Kisah Produk Pempek Halal Ini Sukses Tembus Pasar Internasional

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Sebagai pelaku usaha kuliner, Eka, pengusaha pempek rumahan di Palembang tetap memperhatikan kehalalan produk buatannya. Dia berkomitmen dengan mendaftarkan produk UMKM-nya untuk menjalani proses sertifikasi halal.

Mengutip website BPJPH, Eka pertama kali menjalankan usaha pempek frozen buatannya pada 2011. Berawal dari pesanan sekitar lingkungan rumahnya saja, pelanggan pun kian bertambah. Eka menyadari betul bahwa usahanya harus memiliki berbagai izin peredaran jual dan sertifikasi; mulai dari Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Sertifikat Halal, Standar Nasional Indonesia (SNI), Good Manufacturing Practice (GMP), dan Sertifikat Kelayakan Pengolahan (SKP) dari Kementerian Perikanan.

“Awalnya cuma jualan di rumah, tanpa legalitas apa pun. Pelan-pelan saya urus satu per satu,” kenangnya, seperti dikutip dari website halal.go.id.

“Legalitas itu penting. Dari halal itu menjamin bahan bakunya halal, jadi konsumen nggak ragu lagi,” tambahnya.

Eka mengatakan label halal bukan hanya formalitas, tapi juga jaminan kepada para konsumen bahwa produknya menggunakan bahan-bahan dan proses yang bersih serta dapat dipertanggungjawabkan.

Meski awalnya dia mengaku kurang mengerti soal sertifikasi, dia pun kemudian mendapat pendampingan dari seorang Pendamping Proses Produk Halal (P3H) dari Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H) Halal Center UIN Raden Fatah Palembang. Program Sertifikasi Halal Gratis (Sehati) dari BPJPH juga sangat membantunya mendapatkan sertifikasi halal dengan mudah dan cepat.

“Meskipun sudah sertifikat halal, prosesnya tetap harus halal. Karena perjanjian itu sama Allah,” ucapnya.

Ia juga mengaku sering mengingatkan karyawannya agar kebersihan dan kehalalan selalu dijaga dalam setiap tahap produksi.

Produk Pempek Halal Berbahan Ikan Gabus

Selain memperhatikan aspek halal, Eka juga sangat konsen terhadap bahan yang digunakan. Dia menggunakan ikan gabus sebagai bahan utama pempek. Komposisi ikan pun dibuat lebih mendominasi agar cita rasanya kuat serta autentik.

Proses vacuum dan frozen sejak awal produksi memastikan ketahanan produk tetap terjaga untuk pengiriman jarak jauh.

“Dari satu kilogram adonan biasanya dapat 70–75 potong. Karena pempek ini lebih banyak ikan daripada tepung,” katanya.

Tak hanya soal rasa, ia juga memperhatikan penampilan. Eka membuat kemasan elegan dengan tas aluminium foil berlogo. Selain lebih aman, kemasan produk terlihat lebih premium.

Pempek Halal Tembus Pasar Internasional

Keseriusannya dalam berbisnis kuliner berbuah kini produknya bisa tembus pasar internasional. Perjalanan ekspor pempeknya bermula dari seorang teman yang membawa beberapa bungkus pempek ke Amerika Serikat sebagai oleh-oleh. Awalnya hanya beberapa bungkus, namun setelah dicoba banyak orang di sana, jumlah pesanan melonjak.

“Berikutnya dia beli sampai enam puluh kilogram,” ujarnya. Sejak saat itu, pesanan berdatangan dari New Jersey, Michigan, Malaysia, Jepang, hingga Turki.

Untuk transaksi pemesanan pempek yang akan dibawa ke luar negeri, Eka menggunakan sistem pesan online melalui WhatsApp. Lalu pemesan tinggal membayar melalui transfer.

Hingga kini, Eka masih berjualan di dapur produksinya yang berlokasi di kawasan Ario Kemuning, Kota Palembang, Sumatera Selatan. Produk pempek buatannya itu pun dia beri nama "Pempek Umiabi".


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Menteri PPPA-P2MI Apresiasi Kapolri Beri Kesempatan Polwan Pimpin Dit PPA-PPO
• 7 jam laludetik.com
thumb
BI Kucurkan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) Rp397,9 Triliun
• 5 jam laluidxchannel.com
thumb
Izin HGU Produsen Gulaku Seluas 85.244 Ha Dicabut Kementerian Nusron, Nilainya Capai Rp14,5 Triliun
• 55 menit lalubisnis.com
thumb
Buaya "Lisa" yang Muncul Dekat SMAN 5 Depok Diharapkan Bisa Pulang ke Habitat Asli
• 23 jam lalukompas.com
thumb
Prediksi Skuad Timnas Indonesia di Bawah Asuhan Pelatih John Herdman
• 2 jam lalufajar.co.id
Berhasil disimpan.