Liputan6.com, Jakarta - Pusat Studi Air Power Indonesia (PSAPI) menggelar gathering dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-7 di Auditorium Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (21/1/2026). Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus ruang diskusi berbagai pihak, mulai dari akademisi, praktisi, asosiasi penerbangan, hingga komunitas dirgantara.
Mengusung tema "Pemikiran untuk Negeri", PSAPI menekankan pentingnya pengelolaan wilayah udara kedaulatan Indonesia sebagai ruang strategis, yang harus ditata secara terpadu, aman, dan berdaya guna bagi kepentingan nasional.
Advertisement
Pendiri sekaligus Ketua PSAPI Marsekal TNI (Purn.) Chappy Hakim menilai, salah satu persoalan mendasar industri penerbangan nasional adalah belum adanya wadah bersama yang mampu menghimpun seluruh elemen kedirgantaraan. Akibatnya, berbagai persoalan strategis kerap ditangani secara terpisah dan tidak terkoordinasi.
“Selama ini sektor industri penerbangan dan persoalan-persoalan prinsip kedirgantaraan masih terfragmentasi. Maskapai jalan sendiri, bandara jalan sendiri, semua bekerja sendiri-sendiri. Tidak ada wadahnya,” ujar Chappy dalam sambutannya.
Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Udara itu menyatakan, kondisi tersebut membuat banyak persoalan strategis menjadi sulit diselesaikan secara komprehensif. Sementara, tantangan industri penerbangan terus berkembang seiring pesatnya kemajuan teknologi.
“Di HUT ke-7 PSAPI ini kita mengumpulkan seluruh stakeholder penerbangan supaya mereka bisa berhimpun, berdiskusi, dan bersama-sama memikirkan bagaimana membenahi industri penerbangan nasional ke depan,” ungkap Chappy.



