JAKARTA, KOMPAS.TV - Mantan Duta Besar Indonesia untuk Norwegia Todung Mulya Lubis menegaskan negara-negara Nordik tetap solid mendukung kedaulatan Greenland di tengah meningkatnya tekanan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang ingin menguasai wilayah otonom yang berada di bawah Denmark tersebut.
Menurutnya, wacana pengambilalihan atau aneksasi Greenland akan menjadi preseden yang sangat berbahaya bagi tatanan hukum internasional.
Todung menilai kekompakan negara-negara Skandinavia tidak perlu diragukan. Norwegia, Swedia, Denmark, Finlandia, Islandia, kata dia, memiliki kesamaan nilai dan kepentingan strategis yang membuat solidaritas kawasan tetap terjaga.
“Negara-negara Nordik itu sangat kompak. Saya tidak meragukan sama sekali kekompakan mereka,” ujar Todung dalam program Kompas Petang Kompas TV, Rabu (21/1/2026).
Baca Juga: Mengapa Trump Incar Greenland? Pakar Geopolitik: Jaga Kekuatan Militer dan Ekonomi AS
Untuk menjelaskan sikap negara-negara Nordik, Todung menyinggung wilayah Svalbard, kepulauan di Arktik yang berada di bawah kedaulatan Norwegia meski terdapat kehadiran Rusia.
Menurutnya, pengalaman Svalbard membuat negara-negara Nordik sangat sensitif terhadap isu kedaulatan di kawasan Arktik.
“Jadi preseden yang akan terjadi kalau aneksasi terhadap Greenland itu dilakukan oleh Amerika, ini akan jadi preseden yang sangat buruk yang menakutkan buat negara-negara lain,” kata dia.
Todung menilai langkah semacam itu akan menimbulkan ketakutan dan ketidakpastian global, karena seolah-olah kebijakan unilateral bisa mengalahkan hukum internasional.
Menurut Todung, dunia internasional dibangun di atas prinsip multilateralisme, bukan unilateralisme.
Karena itu, setiap tindakan yang mengabaikan hukum internasional akan berdampak luas, tidak hanya bagi Denmark atau Greenland, tetapi bagi seluruh negara.
Baca Juga: Analisis Praktisi HI soal Trump Ngotot Ingin 'Caplok' Greenland, Perang Dunia III Mungkin Terjadi?
“Jadi kalau misalnya hukum internasional tidak dihormati ya semua negara akan ya mengalami ketakutan, mengalami ketidakpastian,” ujarnya.
Ia menegaskan, dari perspektif negara-negara Nordik, isu Greenland bukan sekadar soal wilayah, melainkan soal menjaga tatanan internasional berbasis aturan.
Ketika ditanya apakah negara-negara Skandinavia mampu menghadapi tekanan AS, Todung mengakui hal itu tidak mudah jika berdiri sendiri.
Namun, jika negara-negara Eropa Barat bersatu, kekuatan kolektif mereka akan signifikan.
“Tapi kalau misalnya semua negara bukan hanya negara Skandinavia tapi negara Eropa ya, Barat terutama ya, ini akan cukup signifikan dan Amerika tentu mesti berhitung dua kali,” kata Todung.
Penulis : Rizky L Pratama Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Kompas TV
- negara Nordik
- Todung Mulya Lubis
- Trump Greenland
- hukum internasional
- Donald Trump
- Greenland




