Antisipasi Jalan Rusak akibat Banjir, Dinas Bina Marga DKI Lirik Aspal 'Sakti' yang Bisa Serap Air

suara.com
1 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • Dinas Bina Marga DKI Jakarta sedang menjajaki penggunaan aspal penyerap air untuk mengurangi kerusakan jalan akibat genangan.
  • Kepala Dinas Heru Suwondo menyatakan aspal konvensional rentan rusak akibat rendaman air dan beban lalu lintas.
  • Pengujian teknis diperlukan untuk memastikan ketahanan material porus terhadap tonase kendaraan di jalan raya utama.

Suara.com - Dinas Bina Marga DKI Jakarta mulai menjajaki inovasi penggunaan aspal penyerap air guna meminimalkan kerusakan jalan akibat genangan banjir di ibu kota.

Langkah strategis ini diambil lantaran material aspal konvensional kerap mengalami degradasi kualitas saat harus berhadapan dengan rendaman air dalam waktu lama.

Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Heru Suwondo, menjelaskan bahwa kerentanan aspal terhadap air dipicu oleh proses segregasi yang terjadi saat beban kendaraan melintas di atas jalan yang tergenang.

"Begitu daya lekatnya berkurang, kemudian dilintasi terus, dia lepas. Nah, kalau banjir terus dan dilintasi terus, ya akan rusak," ujar Heru di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (21/1/2026).

Heru memaparkan bahwa material yang memiliki pori-pori khusus untuk menyerap air tersebut sebenarnya sudah mulai diimplementasikan pada fasilitas publik lainnya di Jakarta.

Teknologi beton maupun aspal porus ini diklaim mampu mengalirkan air langsung ke dalam tanah sehingga tidak menciptakan genangan di permukaan.

"Itu sudah digunakan untuk pembangunan trotoar, dia menyerap air," imbuh Heru.

Meski demikian, penerapan aspal porus masih berstatus sebagai proyek percontohan dan terbatas pada area pejalan kaki.

Dinas Bina Marga DKI Jakarta masih perlu melakukan serangkaian pengujian teknis sebelum benar-benar menghamparkan material tersebut di jalan raya utama.

Baca Juga: Banjir Karawang, Peruri Kirim Bantuan Logistik

Tantangan utama dalam menerapkan teknologi ini di seluruh ruas jalan Jakarta adalah ketahanan material terhadap beban tonase kendaraan yang sangat tinggi.

"Saya harus melakukan penelitian dulu terhadap kekuatannya. Ya, baik itu yang beton porus maupun aspal porus," ungkap Heru.

Penelitian tersebut nantinya akan menitikberatkan pada kemampuan daya tahan material dalam menerima tekanan dari mobilitas kendaraan yang padat di Jakarta setiap harinya.

"Apakah kuat digunakan untuk kendaraan, kuat untuk lalu lintas kendaraan? Itu yang harus kami lakukan," pungkas Heru.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Link Live Streaming Liga Champions: Marseille vs Liverpool
• 6 jam lalugenpi.co
thumb
Wamen PU Ungkap Pembiayaan Giant Sea Wall Jakarta Tahap Awal Pakai Ini
• 22 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
BEI Buka Suara soal Praktik Poles Memoles Aset jelang IPO
• 23 jam lalubisnis.com
thumb
Siklon Nokaen dan Bibit 97S Picu Hujan Ekstrem di Jawa Barat
• 17 jam lalumetrotvnews.com
thumb
4 Fakta Bulgaria, Calon Lawan Timnas Indonesia di FIFA Series pada Maret 2026
• 16 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.