Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyindir China saat berbicara dalam Forum Economi Dunia (World Economic Forum/WEF) 2026 di Davos, Swiss. Menurutnya, semakin banyak suatu negara menggunakan energi baru dan terbarukan, seperti pembangkit listrik tenaga angin/bayu (PLTB), semakin banyak uang yang terbuang.
"Satu hal yang saya perhatikan adalah semakin banyak kincir angin yang dimiliki suatu negara, semakin banyak uang yang hilang oleh negara tersebut, dan semakin buruk kinerja negara tersebut," ujar Trump di WEF Davos, Rabu (21/1) malam.
"China membuat hampir semua PLT angin, namun saya belum menemukan ladang angin di China. Anda pernah memikirkan hal itu?" tambahnya.
Trump melanjutkan, China dinilai sebagai negara yang pintar. Namun hal ini justru dimanfaatkan dengan menjualnya ke negara lain dengan harga yang sangat mahal.
"Mereka pintar. China sangat pintar. Mereka membuatnya, mereka menjualnya dengan harga yang sangat mahal. Mereka menjualnya kepada orang-orang bodoh yang membelinya," katanya.
Melansir The Guardian, China telah membangun lebih dari setengah kapasitas tenaga angin baru di dunia. Pembangkit listrik tenaga angin darat dan lepas pantai tumbuh hampir 58GW tahun lalu, atau lebih besar dari pertumbuhan tenaga angin dunia pada 2019.
Lonjakan tenaga angin di China juga diikuti oleh melonjaknya pembangunan 16,5 GW pembangkit listrik tenaga angin baru di AS pada 2024.
Di Eropa, pembangkit listrik tenaga angin baru bertambah 12,6 GW yang juga termasuk di dalamnya adalah kapasitas energi terbarukan, pembangkit listrik tenaga angin Borssele 752 Megawatt (MW) di Belanda dan stasiun 539 MW di proyek East Anglia One di Inggris.




