Surat Al-Qalam: Asbabun Nuzul, Keutamaan, dan Kandungan Ayat

mediaindonesia.com
4 jam lalu
Cover Berita

SURAT Al-Qalam terdiri dari 52 ayat dan termasuk dalam golongan surat Makkiyah. Surat ini sering juga disebut sebagai Surat Nun karena diawali dengan huruf hijaiyah tersebut.

Turunnya surat ini menjadi momen krusial dalam sejarah dakwah Islam. Allah SWT secara langsung memberikan testimoni atas kemuliaan akhlak Rasulullah SAW.

Asbabun Nuzul: Pembelaan Allah Terhadap Tuduhan Gila

Secara historis, asbabun nuzul atau sebab turunnya ayat-ayat awal Surat Al-Qalam berkaitan erat dengan tekanan mental yang dialami Nabi Muhammad SAW. Saat itu, kaum kafir Quraisy, termasuk tokoh seperti Walid bin Mughirah dan Abu Jahal, menyebarkan fitnah bahwa Nabi adalah seorang yang gila (majnun) karena membawa ajaran yang dianggap asing.

Baca juga : Apa saja Persamaan dan Perbedaan Juz 30 dengan Juz 29?

Allah SWT kemudian menurunkan ayat 1-2, "Nun, demi pena dan apa yang mereka tuliskan, berkat nikmat Tuhanmu kamu (Muhammad) sekali-kali bukan orang gila." Ayat ini berfungsi sebagai penenang bagi jiwa Nabi dan penegasan bahwa kecerdasan serta kewarasan beliau adalah karunia langsung dari Allah.

Kandungan Ayat 4: Standar Akhlak Tertinggi

Puncak dari pembelaan Allah terdapat pada ayat ke-4, "Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung." (Khuluqin Azhim). Ayat ini menjadi landasan utama bagi umat Islam bahwa inti dari ajaran agama adalah pembentukan karakter atau akhlak yang mulia, sebagaimana Nabi Muhammad SAW adalah Al-Qur'an yang berjalan.

Kisah Pemilik Kebun (Ashabul Jannah) dan Bahaya Kekikiran

Salah satu bagian paling populer dalam Surat Al-Qalam adalah kisah para pemilik kebun yang terdapat pada ayat 17 hingga 33. Kisah ini merupakan perumpamaan bagi kaum musyrik Mekah yang diberi nikmat namun justru kufur.

Baca juga : 30 Juz 114 Surat dalam Al-Quran, Yuk Hafalkan

  • Niat Buruk: Para pemilik kebun bersumpah untuk memanen hasil kebun mereka di pagi buta agar orang-orang miskin tidak datang meminta bagian.
  • Azab yang Cepat: Karena niat jahat dan kekikiran mereka, Allah mengirimkan bencana di malam hari yang menghanguskan seluruh kebun hingga hitam legam seperti malam yang gelap.
  • Pelajaran: Kisah ini mengajarkan bahwa harta hanyalah titipan. Memutus hak orang fakir dan miskin dalam harta kita justru akan mengundang kehancuran pada sumber rezeki tersebut.
Keutamaan Membaca Surat Al-Qalam

Membaca dan merenungi Surat Al-Qalam memiliki berbagai fadhilah atau keutamaan yang disebutkan dalam berbagai riwayat, di antaranya:

1. Terhindar dari Kemiskinan

Dalam beberapa literatur tafsir dan riwayat, disebutkan bahwa orang yang istiqamah membaca Surat Al-Qalam, baik dalam salat fardu maupun sunnah, akan diberikan kelapangan rezeki dan dijauhkan dari kemiskinan yang menyengsarakan seumur hidupnya.

2. Perlindungan di Alam Kubur

Keutamaan lain yang sering dibahas adalah perlindungan dari himpitan kubur. Surat ini menjadi pembela bagi pembacanya saat memasuki fase awal kehidupan akhirat tersebut.

3. Bagian dari Al-Mufashshal

Surat Al-Qalam merupakan bagian dari Al-Mufashshal, yaitu kelompok surat-surat pendek yang diberikan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai keistimewaan yang tidak diberikan kepada nabi-nabi sebelumnya.

Pertanyaan Seputar Surat Al-Qalam Apa makna huruf Nun di awal surat?

Para ulama tafsir umumnya mengategorikan Nun sebagai fawatihussuwar (huruf pembuka surat) yang maknanya hanya diketahui oleh Allah. Namun, ada yang berpendapat itu merujuk pada ikan paus (seperti dalam kisah Nabi Yunus/Dzun Nun) atau sebagai simbol tinta untuk pena.

Siapa sosok yang dicela pada ayat 10-13?

Banyak mufassir menyebutkan bahwa ayat-ayat tersebut merujuk pada Walid bin Mughirah, seorang tokoh Quraisy yang memiliki sembilan sifat buruk, termasuk suka mencela, menghamburkan fitnah, dan sangat kikir terhadap kebaikan.

Apa pesan utama surat ini untuk kehidupan modern?

Pesan utamanya adalah pentingnya menjaga kesehatan mental dari bullying atau opini negatif orang lain (sebagaimana Nabi dibela dari tuduhan gila) serta etika dalam mengelola kekayaan agar selalu berbagi kepada yang membutuhkan.

Kesimpulan

Surat Al-Qalam mengajarkan kita untuk tetap teguh pada kebenaran meskipun dunia menuduh kita dengan berbagai label negatif. Dengan meneladani akhlak agung Rasulullah dan menjauhi sifat kikir seperti para pemilik kebun, kita dapat meraih keberkahan hidup yang sejati. Surat ini adalah pengingat bahwa 'pena' takdir Allah lebih berkuasa daripada kata-kata manusia.

PENAFIAN

Artikel ini diolah dan disusun oleh kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi fakta oleh redaksi.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Dasco Luruskan Isu Pencalonan Thomas Djiwandono: Diusulkan BI, Sudah Mundur dari Gerindra
• 13 jam lalusuara.com
thumb
Lasarus Ungkap Pesawat ATR 42-500 Sempat Mengalami Kerusakan Mesin
• 19 jam lalufajar.co.id
thumb
Lama Tak Muncul Usai Cerai dari Na Daehoon, Jule Kembali Aktif di Sosmed hingga Tulis Pesan Ini
• 8 jam lalugrid.id
thumb
Miliano Jonathans Pastikan Komitmen untuk Terus Bela Timnas Indonesia Walau Gagal Lolos ke Piala Dunia
• 5 jam lalutvonenews.com
thumb
Kecelakaan Kereta Terjadi di Barcelona, 1 Orang Tewas dan Puluhan Penumpang Terluka
• 10 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.