Teror Hantui Pengurus BEM UI 2026: Peretasan hingga Paket COD Fiktif Kursi Roda

metrotvnews.com
1 jam lalu
Cover Berita

Suasana pasca-Pemilihan Raya (Pemira) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) tahun 2026 diwarnai aksi teror yang menyasar para pengurus terpilih. Wakil Ketua BEM UI 2026 terpilih, Fathimah Azzahra, mengungkap kronologi intimidasi yang tidak hanya menargetkan dirinya, tetapi juga keluarga dan lingkar terdekatnya.

Fathimah menuturkan, rentetan teror bermula pada 14 Januari malam. Saat itu, akun WhatsApp milik ayahnya diretas oleh pihak tak bertanggung jawab dan digunakan untuk menyebarkan pesan bernada ancaman. Parahnya, pesan tersebut disebar ke grup keluarga, grup RT, hingga ke lingkup rekan kerja sang ayah.

Di waktu yang hampir bersamaan, Ketua BEM UI 2026 terpilih, Yatalathof, juga mengalami upaya peretasan akun pribadi, tapi berhasil digagalkan sebelum diambil alih.
  Baca juga:
Amnesty International Minta Pemerintah Usut Pelaku Teror Aktivis BEM UI 
Paket COD Gunting Taman dan Kursi Roda

Tak berhenti di ranah digital, teror berlanjut ke gangguan fisik keesokan harinya. Fathimah dan sejumlah pengurus lainnya menerima paket Cash on Delivery (COD) yang tidak pernah mereka pesan. Isi paket tersebut dinilai tidak lazim dan mengandung simbol intimidasi.

"Ada paket COD fiktif dengan isi barang yang tidak lazim seperti gunting taman hingga kursi roda," ungkap Fathimah.

Teror order fiktif ini terjadi berulang kali dan juga dialami oleh Ketua BEM UI, mahasiswa pendukung, hingga panitia Pemira UI 2026. Dalam pesan ancaman yang diterima, pelaku mendesak pihak yang diteror untuk mundur, meski tidak dijelaskan secara spesifik mundur dari posisi atau kegiatan apa.

Menyikapi situasi ini, Fathimah dan rekan-rekannya telah melapor ke pihak keamanan kampus (PLK UI) dan membuat laporan resmi ke Polres Depok dengan didampingi pihak universitas. Meski mendapat tekanan, Fathimah memilih merespons dengan tenang. Mahasiswi Fakultas Kedokteran ini mengaku belum mau menyimpulkan motif di balik teror tersebut, apakah sebagai upaya pembungkaman atau lainnya, karena pelaku belum teridentifikasi.

"Kita belum tahu siapa yang melakukan, jadi belum bisa menyimpulkan tujuannya apa. Kira-kira ini bentuk pembungkaman atau sebagainya, kita belum bisa bilang seperti itu," ujar Fathimah.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Sekda Bekasi Endin Samsudin Diperiksa KPK, Apa Perannya di Pusaran Suap Bupati Ade Kunang?
• 10 jam lalusuara.com
thumb
Perkuat Akses Pendidikan, Pemprov DKI Luncurkan 32 Bus Sekolah Ramah Disabilitas
• 11 jam lalutvrinews.com
thumb
Belajar dari Dahlia Polland, Wanita Harus Punya Penghasilan Sendiri
• 11 jam lalufajar.co.id
thumb
PDI-P Rotasi Penempatan 15 Anggota Komisi di DPR RI, Berikut Daftarnya
• 14 jam lalukompas.com
thumb
Profil North Sumatera Hydro Energy, PLTA yang Izin Usahanya Dicabut Prabowo
• 7 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.