Modifikasi Cuaca Hari Keenam, BPBD DKI Tebar 2,4 Ton Garam dan Kalsium Oksida

metrotvnews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta, kembali melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC). Kali ini, 2,4 ton bahan semai berupa natrium klorida (NaCl) dan kalsium oksida (CaO) pada hari keenam OMC. 

"Operasi modifikasi cuaca dilaksanakan berdasarkan pemantauan dan analisis meteorologi secara berkelanjutan untuk mengurangi potensi hujan ekstrem," kata Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD Mohamad Yohan dikutip dari Antara, Rabu, 21 Januari 2026.

Yohan mengatakan bahwa pelaksanaan OMC pada hari keenam ini adalah langkah mitigasi untuk menghadapi cuaca ekstrem. Serta, mengurangi potensi bencana hidrometeorologi di DKI Jakarta dan sekitarnya.

Menurut dia, pelaksanaan OMC hari keenam dilakukan melalui tiga kali penerbangan pesawat CASSA 212 A-2105 yang berpangkalan di Bandara Halim Perdanakusuma. 

Baca Juga :

Jakarta Dikepung Cuaca Ekstrem, Intip Strategi Anggaran dari Pramono
Pada penerbangan pertama, penyemaian awan difokuskan di wilayah Perairan Selat Sunda, pada ketinggian 10.000–11.000 kaki. Target penyemaian  cumulus mediocris yang memiliki basis sekitar 5.000 kaki dan puncak hingga 12.000 kaki.

"Penyemaian menggunakan 800 kilogram NaCl dengan tujuan meluruhkan awan hujan yang bergerak menuju daratan Jabodetabek agar presipitasi terkonsentrasi di perairan," ungkap Yohan.

Penerbangan kedua lanjut Yohan, dilaksanakan pada siang hari dengan area semai di atas perairan Selat Sunda pada radial 250–300 dan jarak 80–110 mil laut dari Halim. Penerbangan dilakukan pada ketinggian 8.000–12.000 kaki dengan bahan semai NaCl sebanyak 800 kilogram.

"Ini bertujuan untuk mengendalikan pertumbuhan awan hujan di wilayah perairan barat agar hujan tidak terkonsentrasi di daratan Jakarta," sebut Yohan.

Ilustrasi operasi modifikasi cuaca (OMC). Foto: BNPB.

Selanjutnya, penerbangan ketiga difokuskan pada wilayah di atas Kabupaten Bekasi. Penyemaian dilakukan pada ketinggian 5.000–7.000 kaki dengan menggunakan 800 kilogram kalsium oksida (CaO).

Upaya tersebut ditujukan untuk menekan intensitas awan hujan di wilayah timur yang berpotensi mempengaruhi kondisi cuaca di DKI Jakarta.

Sementara itu, Deputi Modifikasi Cuaca BMKG Budi Harsoyo menyampaikan bahwa kondisi atmosfer pada Rabu ini menunjukkan potensi cuaca yang lebih ekstrem.

"Hari ini, 21 Januari, prediksi cuaca lebih ekstrem dibandingkan tanggal 12 dan 18 Januari lalu pada saat terjadinya banjir di Jakarta," katanya.

Ia menyampaikan bahwa berdasarkan prakiraan cuaca ke depan, risiko masih berada pada kategori menengah sehingga pelaksanaan OMC sementara direncanakan hingga 22 Januari 2026.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Jadwal Salat dan Buka Puasa DKI Jakarta 22 Januari 2026
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Penemuan Potongan Jenazah Ketiga Korban Jatuhnya Pesawat ATR 42-500 di Pegunungan Bulusaraung
• 4 jam lalupantau.com
thumb
Danantara Utamakan Tata Kelola Proyek PSEL
• 9 jam lalubisnis.com
thumb
Ekonomi Kurang Baik, Ahmad Dhani Tidak Gelar Ngunduh Mantu El Rumi
• 9 jam lalugenpi.co
thumb
Menhub Tinjau Jalur KA Pekalongan–Sragi, Dorong Penanganan Jangka Panjang
• 8 jam lalueranasional.com
Berhasil disimpan.