Produksi Hino Merosot Imbas Maraknya Truk Impor China

bisnis.com
12 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Produsen kendaraan niaga asal Jepang, PT PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) mengalami penurunan produksi signifikan imbas maraknya truk impor utuh asal China.

Direktur PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) Harianto mengakui bahwa sepanjang 2025 merupakan periode yang sangat menantang bagi perseroan, seiring dengan tekanan permintaan hingga gempuran truk impor asal Negeri Tirai Bambu.

"Tahun 2025 itu tahun yang paling suram bagi kami. Utilisasi pabrik hanya sekitar 25%, karena tahun lalu banyak truk impor China masuk secara utuh," ujar Harianto di pabrik Hino Purwakarta, Jawa Barat, Rabu (21/1/2026).

Perlu diketahui, pabrik PT Hino Motors Manufacturing Indonesia (HMMI), memiliki kapasitas produksi terpasang hingga 75.000 unit kendaraan per tahun. Namun, pada tahun lalu, kapasitas yang terpakai hanya seperempatnya.

Mengacu data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), total produksi Hino sepanjang 2025 tercatat sebanyak 18.450 unit. Angka itu merosot 22,6% (year-on-year/YoY) dibandingkan capaian pada 2024 sebesar 23.823 unit.

"Kami ini sudah membangun rantai pasok produksi yang panjang, melibatkan ratusan pemasok. Sehingga dampak truk impor China ini cukup serius bagi kelangsungan industri kendaran niaga nasional," jelasnnya.

Baca Juga

  • Hino Motors Raih Penghargaan dari KNKT
  • Hino Motors Buka Toko Suku Cadang di Tokopedia
  • Hadapi New Normal, Hino Motors Buka Toko Resmi di Tokopedia

Hino mengoperasikan fasilitas manufaktur terintegrasi dengan total lahan sekitar 296.000 meter persegi dan area bangunan melampaui 169.000 meter persegi. Total investasi pabrikan asal Jepang itu sebesar US$112,5 juta di Tanah Air selama 43 tahun. 

Fasilitas produksi Hino menaungi sebanyak 1.548 tenaga kerja. Adapun, lini produksi pabrik tersebut berstandar global Hino Motors Limited, Jepang, mencakup segmen kendaraan niaga ringan, menengah, hingga bus.

Selain memenuhi kebutuhan pasar domestik, produk dan komponen Hino yang diproduksi di Indonesia juga berkontribusi pada pasar global. 

Sejak ekspor perdana pada tahun 2011, Hino Indonesia secara konsisten mengekspor kendaraan utuh (CBU), CKD, serta komponen ke berbagai negara di Asia Tenggara, Amerika Selatan, hingga Asia Timur, seperti Vietnam, Filipina, Bolivia, Haiti, Papua Nugini, Thailand, Malaysia, Pakistan, Taiwan, dan Jepang. 

Di lain sisi, volume impor truk utuh dari China mencapai 13.669 unit. Data itu tercatat oleh General Administration of Customs of The People’s Republic of China (GACC) pada 2024. Nilai importasi pun tak tanggung-tanggung, mencapai sekitar US$647 juta. 


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Zodiak yang Unik dan Tidak Mudah Dipahami: Scorpio Misterius, Leo Dramatis
• 45 menit lalugenpi.co
thumb
Longsor Tutup Jalur Utama Magelang–Boyolali
• 23 jam lalutvrinews.com
thumb
Jalur Pantura Pati–Rembang Banjir, Kendaraan Mengular 4 Km
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Indonesia sebagai nakhoda harga nikel dunia
• 13 jam laluantaranews.com
thumb
Pencarian Korban Pesawat ATR: Tim SAR Temukan Body Part, Diserahkan ke DVI untuk Identifikasi
• 11 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.