Grid.ID- Kue keranjang selalu hadir sebagai sajian khas yang identik dengan perayaan Tahun Baru Imlek. Menjelang Imlek 2026, permintaan kue keranjang kembali meningkat di pasaran.
Beragam bentuk, kemasan, dan kualitas kue keranjang pun ditawarkan kepada masyarakat. Sekilas tampilannya tampak serupa, namun tidak semuanya memiliki mutu yang sama.
Karena itu, penting bagi pembeli untuk lebih teliti sebelum membeli. Berikut ulasan lengkap mengenai tips memilih kue keranjang yang bagus berdasarkan keterangan pelaku usaha.
Kue Keranjang, Sajian Khas Wajib Imlek
Kue keranjang merupakan salah satu kue khas yang hampir selalu hadir dalam perayaan Tahun Baru Imlek, termasuk Imlek 2026. Kue ini disebut kue keranjang karena wadahnya yang menyerupai keranjang kecil. Secara historis, sebagaimana dikutip dari Tribun Tangerang, kue keranjang diperkenalkan pada rentang tahun 1730 hingga 1750 dan pada masa awal umumnya berbentuk oval.
Kue keranjang juga dikenal dengan berbagai nama lain, seperti kue bakul, dodol Tionghoa, dodol Cina, atau jenang. Dalam bahasa Hokkien, kue ini disebut nian gao. Bahan utama kue keranjang adalah tepung ketan dan gula, yang menghasilkan tekstur kenyal dan lengket.
Ragam Kemasan Kue Keranjang di Pasaran
Menjelang Imlek 2026, para pedagang biasanya mulai menjajakan kue keranjang dalam berbagai kemasan. Ada kue keranjang yang dibalut plastik, ada pula yang menggunakan daun pisang. Kemasannya pun beragam, mulai dari penjualan eceran hingga paket hampers yang disesuaikan dengan kebutuhan pembeli.
Meski tampak seragam, kualitas kue keranjang sebenarnya bisa berbeda-beda. Karena itu, konsumen perlu mengetahui ciri-ciri kue keranjang yang bagus agar tidak keliru saat membeli.
Konsistensi Jadi Penentu Utama
Menurut pemilik sekaligus pengelola rumah produksi Dodol & Kue Ny. Lauw (LKW) generasi ketiga, Iin, konsistensi menjadi salah satu indikator utama dalam memilih kue keranjang yang bagus untuk Imlek 2026.
“Sebenarnya yang sudah agak keras (lebih bagus), kalau kue keranjang yang lembek itu sebenarnya tidak bagus, (lembek karena) masuk air,” kata Iin saat ditemui di dapur produksi Dodol & Kue Ny. Lauw (LKW), Tangerang, Banten, Jumat (7/1/2025).
Dikutip dari Kompas.com, Rabu (21/1/2026), ia menjelaskan bahwa kue keranjang yang terlalu lembek menandakan adanya kandungan air berlebih, yang justru dapat menurunkan kualitas dan daya simpan kue.
Perhatikan Warna Kue Keranjang
Selain konsistensi, warna juga menjadi hal penting dalam memilih kue keranjang untuk Imlek 2026. Iin menyarankan pembeli untuk memilih kue keranjang berwarna merah dan menghindari kue keranjang berwarna putih.
“Orang maunya kue keranjang warna merah, kalau warna putih kuenya tidak bagus,” ujarnya. Warna merah dianggap lebih diinginkan dan menjadi ciri kue keranjang yang berkualitas baik menurut pengalaman pelaku usaha.
Iin menambahkan bahwa kue keranjang yang konsistensinya sudah agak keras tidak perlu dikhawatirkan. Kue tersebut masih bisa dilunakkan kembali sebelum disajikan saat Imlek 2026.
Caranya cukup sederhana, yakni dengan mengukus kue keranjang sebentar di dalam kukusan. Setelah dikukus, tekstur kue akan kembali kenyal dan siap diolah atau disajikan.
Dengan meningkatnya penjualan kue keranjang menjelang Imlek 2026, pembeli diimbau untuk tidak hanya melihat tampilan luar. Memeriksa konsistensi dan warna kue menjadi langkah penting untuk mendapatkan kue keranjang yang berkualitas. Dengan memahami tips ini, kue keranjang yang dibeli dapat menjadi sajian yang layak dan sesuai dengan tradisi perayaan Tahun Baru Imlek. (*)
Artikel Asli




