Zoho Corporation Lirik Indonesia untuk Pembangunan Pusat Data Baru

matamata.com
10 jam lalu
Cover Berita

Matamata.com - Perusahaan teknologi global asal India, Zoho Corporation, menyatakan minat serius untuk membangun pusat data (data center) di kawasan Asia Tenggara, dengan Indonesia sebagai salah satu kandidat lokasi utama.

CEO Zoho Corporation, Shailesh Kumar Davey, mengungkapkan bahwa ekspansi infrastruktur ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan. Namun, keputusan final pembangunan pusat data akan sangat bergantung pada dua faktor kunci: pertumbuhan bisnis di pasar domestik dan regulasi lokal yang berlaku.

"Dalam waktu dekat, kami akan membangun lokasi baru. Terkait keputusan membuka pusat data, kami memulai dengan menyediakan layanan terlebih dahulu, membuka kantor lokal, lalu menempatkan lebih banyak orang untuk mendukung pelanggan. Kombinasi pertumbuhan bisnis dan regulasi lokal inilah yang menjadi dasar penentuan waktunya," ujar Shailesh kepada ANTARA di Chennai, India, Rabu (21/1).

Fokus Ekspansi Asia Tenggara Sejak 2025, Zoho secara masif berfokus pada ekspansi di Timur Tengah dan Asia Tenggara. Shailesh menilai transformasi digital di kedua kawasan ini menunjukkan pertumbuhan yang sangat pesat, didorong oleh kebijakan kuat dari pemerintah masing-masing negara.

"Di negara berkembang dan ekonomi menengah, transformasi digital sedang terjadi saat ini. Kami memiliki rangkaian layanan yang tepat untuk memenuhi kebutuhan pelanggan di sana," tambahnya. Hingga awal 2026, Zoho telah mengoperasikan 20 pusat data di seluruh dunia, dengan fasilitas terbaru berada di Dubai dan Abu Dhabi, UEA.

Usung Ideologi 'Lokalisme Transnasional' Selain investasi infrastruktur, Zoho menekankan pentingnya pengembangan talenta lokal melalui filosofi ‘transnational localism’ atau berpikir global namun bertindak lokal. Perusahaan berkomitmen untuk berkontribusi kembali kepada negara tempat mereka beroperasi dengan merekrut tenaga kerja setempat.

Sebagai contoh, di Singapura dan Arab Saudi, Zoho telah merekrut sekitar 50 karyawan lokal. Sementara di UEA, terdapat sekitar 80 pekerja lokal yang mayoritas merupakan lulusan baru (fresh graduate).

"Pengembangan talenta lokal membantu kami memetakan kebutuhan pelanggan secara lebih responsif dan memahami pasar di negara tersebut dengan lebih baik," jelas Shailesh.

Zoho Corporation sendiri dikenal sebagai penyedia perangkat lunak bisnis berbasis cloud yang terintegrasi, dengan lebih dari 55 aplikasi mulai dari manajemen keuangan, pemasaran, hingga sumber daya manusia (SDM). (Antara)

Baca Juga
  • Saskia Chadwick Bintangi Film 'Tolong Saya', jadi Edukasi untuk Pelajar di Luar Negeri

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
IHSG Rebound ke 9.052,16 Usai Sinyal Positif Global, Suku Bunga BI Tetap di 4,75 Persen
• 6 jam lalupantau.com
thumb
Hari Kelima Pencarian, Tim SAR Temukan Body Part Korban ATR 42-500
• 12 jam laluokezone.com
thumb
Marc Marquez Enggan Buru-buru Perpanjang Kontrak dengan Ducati
• 23 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Saat Mobil Satpol PP Dipakai Evakuasi Bocah SD Seberangi Banjir di Jaktim
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Indonesia Masters 2026: Kalah dalam Straight Game, Ubed terhenti di 16 Besar
• 4 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.