Bisnis.com, JAKARTA —Investor asing kembali bermanuver di saham PT Bumi Resources Tbk. (BUMI). Kali ini, Treasure Global Investment Limited mengurangi kepemilikan di emiten kongsi Grup Bakrie dan Grup Salim itu.
Dalam laporan kepemilikan saham yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Treasure Global Investment Limited melaporkan telah menjual 18,19 miliar saham BUMI pada 19 Januari 2026.
Transaksi itu dilakukan dengan harga Rp380 per saham. Dengan demikian, nilai transaksinya mencapai Rp6,91 triliun. Merujuk data BEI, total nilai transaksi perdagangan saham BUMI pada 19 Januari 2026 mencapai Rp9,32 triliun atau 26,1% dari nilai transaksi harian keseluruhan pasar yang mencapai Rp35,74 triliun.
“Tujuan transaksi shareholder restructuring,” tulisnya dalam keterbukaan informasi, dikutip Kamis (22/1/2026).
Setelah transaksi itu, kepemilikan saham BUMI oleh Treasure Global Investment Limited merosot dari 30 miliar saham yang setara dengan 8,08% hak suara menjadi 11,8 miliar saham atau setara dengan 3,18% hak suara.
Langkah penjualan saham BUMI oleh Treasure Global Investment Limited melanjutkan aksi jual yang lebih dulu dilakukan oleh Chengdong Investment Corporation.
Aksi divestasi alias pelepasan saham BUMI terus-menerus dilakukan oleh investor institusi asal China itu. Sepanjang 23 Desember 2025 hingga 8 Januari 20026, Chengdong Investment Corp menjual 3.713.353.900 saham BUMI dengan total nilai transaksi Rp1,52 triliun.
Merujuk data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), per 20 Januari 2026, pemegang saham BUMI dengan porsi di atas 5% yaitu atas nama Mach Energy (Hong Kong) Limited dan UBS Switzerland AG dengan kepemilikan masing-masing 48,78% dan 5,1%.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.





