Bisnis.com, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung merencanakan penerapan Work From Home (WFH) jika hujan dengan intensitas tinggi terus melanda Jakarta.
Pasalnya, hujan deras belakangan ini menyebabkan banjir yang melumpuhkan sejumlah titik jalan sehingga arus lalu lintas terganggu.
Keputusan diambil salah satu fokusnya bagi peserta siswa/i yang menghambat pelaksanaan kegiatan belajar di sekolah.
“Tetapi kemudian ada indikasi seperti itu [banjir] dan di hari biasa, saya akan memutuskan untuk melakukan work from home, terutama untuk anak-anak didik kita,” kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Rabu (21/1/2026).
Sebagai upaya menekan intensitas hujan, Pramono menyampaikan sudah menyiapkan anggaran untuk modifikasi cuaca selama satu bulan penuh. Sebab katanya, operasi modifikasi cuaca bisa dilakukan selama satu sampai tiga hari.
Dia menjelaskan operasi modifikasi cuaca sudah dilakukan sejak 15 Januari 2026 dan direncanakan sampai 22 Januari 2026.
Baca Juga
- Banjir Jakarta Minggu (18/1) Rendam 47 RT dan 23 Ruas Jalan
- BPBD DKI Peringatkan Cuaca Ekstrem di Jakarta 21-27 Januari 2026
Dalam kesempatan yang sama, Kadishub DKI Jakarta Syafrin Liputo menyampaikan telah membuat rekayasa lalu lintas saat terjadi banjir dengan catatan petugas harus memeriksa ketinggian udara.
Petugas telah menyiapkan kendaraan derek jika kendaraan roda dua terjebak di wadah udara.
“Bagi roda dua yang sudah macet, kami kerahkan derek untuk pengangkutan itu ataupun truk Dinas Perhubungan pengangkutan itu,” dia.
Cuaca Ekstrem di Jakarta 21-27 Januari 2026
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengeluarkan peringatan dini waspada cuaca ekstrem di wilayah DKI Jakarta selama periode 21–27 Januari 2026.
Peringatan ini merujuk pada prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebutkan potensi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat di sejumlah wilayah Jakarta.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji mengatakan kondisi tersebut berpotensi menimbulkan dampak hidrometeorologi seperti genangan, banjir, dan gangguan aktivitas masyarakat. Pihaknya telah meningkatkan kesiapsiagaan personel dan sarana prasarana untuk mengantisipasi kemungkinan dampak cuaca ekstrem.
“Koordinasi lintas perangkat daerah terus dilakukan, termasuk dengan Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, serta aparatur kewilayahan, guna memastikan sistem pengendalian banjir dan penanganan darurat berjalan optimal,” ujarnya dilansir dari Antara, Kamis (22/1/2026).
BPBD DKI Jakarta juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan siaga, terutama bagi warga yang tinggal di wilayah rawan banjir.
Isnawa juga mengingatkan pentingnya langkah mitigasi mandiri, seperti menyiapkan payung atau jas hujan, tas siaga bencana, serta memantau perkembangan informasi cuaca dan tinggi muka air secara berkala melalui kanal resmi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.




