Kronologi Kecelakaan Kereta Api Tabrak Mobil Avanza Tewaskan 9 Orang di Tebing Tinggi

rctiplus.com
7 jam lalu
Cover Berita

TEBING TINGGI, iNews.id - Kronologi kecelakaan kereta api dan mobil Avanza di Kota Tebing Tinggi, Sumatra Utara yang menewaskan sembilan orang. Seluruh korban merupakan penumpang mobil Toyota Avanza yang tertabrak kereta api di pelintasan tanpa palang pintu di Jalan Abdul Hamid, Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebing Tinggi, Rabu (21/1/2026) petang.

Kecelakaan bermula saat mobil Toyota Avanza bernomor polisi BK 1657 ABP membawa sembilan penumpang bergerak dari Medan menuju Kota Tebing Tinggi. Mobil tersebut kemudian melintasi rel kereta api tanpa palang pintu yang menjadi lokasi kejadian.

Nahas saat bersamaan melaju Kereta Api Sri Bilah Utama KA U54 CC 2018344 relasi Kisaran–Medan. Kereta api yang dikemudikan masinis Hendrik Santoso (37) dengan asisten masinis Goklas Junior (35) menghantam mobil Avanza hingga menyeret kendaraan sejauh sekitar 20 meter dan membuat kereta berhenti.

Akibat benturan keras tersebut, pengemudi mengalami luka berat dan meninggal dunia saat mendapatkan perawatan. Sementara delapan penumpang tewas di tempat kejadian, termasuk dua anak.

Saksi mata menyebut warga sempat memperingatkan pengemudi agar tidak melintas karena kereta api akan lewat. Namun, peringatan tersebut tidak dihiraukan.

Kasi Humas Polres Tebing Tinggi Iptu Budi Santoso, menjelaskan kecelakaan terjadi sekitar pukul 18.47 WIB.

“Kecelakaan terjadi saat mobil melintasi perlintasan rel dan pada waktu bersamaan kereta api sedang melaju. Benturan menyebabkan kendaraan terseret sekitar 300 meter dari lokasi awal,” ujar Iptu Budi dikutip dari iNews Medan, Kamis (22/1/2026).

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumut menyatakan kecelakaan terjadi di pelintasan sebidang liar kilometer 83+300, petak jalan antara Stasiun Laut Tador dan Stasiun Tebing Tinggi. Kereta yang terlibat adalah KA Sribilah Utama relasi Rantau Prapat–Medan.

Plt Manager Humas KAI Divre I Sumut Anwar Yuli Prastyo, menyampaikan duka cita mendalam atas peristiwa tersebut.

“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas musibah ini. Keselamatan menjadi perhatian utama dan kami mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati saat melintasi jalur kereta api,” kata Anwar.

Menurut Anwar, masinis telah membunyikan suling lokomotif secara berulang sebelum melintas. Namun, kendaraan tiba-tiba melintas di perlintasan tanpa palang pintu sehingga tabrakan tidak dapat dihindari.

Akibat kejadian tersebut, lokomotif KA Sribilah Utama mengalami kerusakan dan tidak dapat melanjutkan perjalanan. Setelah dilakukan perbaikan, kereta kembali diberangkatkan menuju Medan dari Stasiun Tebing Tinggi pada pukul 19.56 WIB dengan keterlambatan sekitar 84 menit.

Original Article


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Hasil Indonesia Masters 2026: Putri KW Tersingkir di 16 Besar usai Kalah dari Wakil China Taipei
• 1 jam lalukompas.tv
thumb
Banjir masuk rumah, bapak-anak tewas tersengat listrik di Situbondo
• 9 jam laluantaranews.com
thumb
Pastikan Penanganan Darurat Cepat, Kasatgas Tito Tinjau Pengungsian Aceh Utara
• 23 menit lalukumparan.com
thumb
Ramalan Zodiak Hari Ini 23 Januari 2026: Karier dan Asmara Perlu Hati-Hati
• 2 jam lalumerahputih.com
thumb
China Kenalkan Sinong, Model AI Pertanian untuk Dorong Inovasi Ketahanan Pangan-Melek Teknologi
• 4 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.