Jakarta (ANTARA) - Mengalami haid atau menstruasi yang datang bersamaan bagi para perempuan yang sering berinteraksi kerap dianggap sinkronisasi siklus menstruasi.
Konsultan obstetri dan ginekologi di Motherhood Hospitals, Bangalore, Dr. Prathima A menjelaskan sains di balik fenomena umum ini, sebagaimana dilaporkan Hindustan Times, Rabu (21/1).
Dr. Prathima mengakui bahwa meski perempuan yang sering menghabiskan waktu bersama bisa mengalami menstruasi pada waktu yang berdekatan, tidak ada hal mistis atau sistem fisiologis yang benar-benar “menyinkron” satu sama lain.
Baca juga: Kekurangan zat besi bisa mempengaruhi siklus menstruasi
Namun, secara medis tidak ada alasan bahwa menstruasi terjadi bersamaan hanya karena kedekatan fisik.
“Yang biasanya terjadi jauh lebih sederhana. Dari sudut pandang medis, tidak ada bukti kuat yang membuktikan bahwa tubuh kita benar-benar ‘sinkron’ secara biologis,” kata Dr. Prathima.
Dr. Prathima memaparkan alasan mengapa siklus menstruasi tampak sinkron bagi para perempuan yang tinggal dan beraktivitas bersama.
Baca juga: Mengatasi kram dan nyeri saat menstruasi
Pada kenyataannya, siklus menstruasi sangat bervariasi antarindividu, dan perbedaan itu juga bisa berubah dari bulan ke bulan. Karena itu, keliru jika menganggap menstruasi akan sama hanya karena kebersamaan.
Namun, ada sejumlah rangsangan, baik internal maupun eksternal, yang memengaruhi hormon dan secara tidak langsung memengaruhi siklus menstruasi.
“Stres, perjalanan, pola tidur, rutinitas olahraga, perubahan berat badan, dan kondisi emosional semuanya memengaruhi hormon. Ketika perempuan memiliki gaya hidup yang mirip, seperti jam kerja panjang, tingkat stres yang serupa, atau rutinitas bersama, siklus mereka sesekali bisa bertepatan,” tutur dia.
Baca juga: 5 rekomendasi minuman alami untuk atasi haid tidak lancar
Adapun ketika perempuan yang mengalami sinkronisasi siklus menstruasi kemudian berpisah, sebenarnya semua variabel tersebut berubah saat mereka berada di lingkungan yang berbeda.
Alih-alih terpaku pada alasan mengapa siklus menstruasi perempuan bisa tampak sinkron, Dr. Prathima menekankan bahwa fokus utama seharusnya pada kesehatan menstruasi masing-masing individu, bukan perbandingan.
“Yang penting adalah apakah siklus itu teratur bagi Anda, dapat dikelola, dan bebas dari gejala yang mengganggu aktivitas sehari-hari,” imbuhnya.
Baca juga: Penyebab dan cara mengatasi darah haid yang keluar terlalu banyak
Dr. Prathima menyampaikan sejumlah tanda bahaya yang tidak boleh diabaikan seperti nyeri hebat, perdarahan sangat banyak, menstruasi yang terlewat, serta perubahan siklus yang tiba-tiba dan drastis.
Setiap orang memiliki siklus yang berbeda, dan tidak perlu melakukan penilaian dengan membandingkan satu sama lain. Oleh karena itu, jangan sampai terlalu mempercayai mitos sinkronisasi menstruasi, malah justru mengalihkan perhatian dari kesehatan menstruasi individu.
Baca juga: Mengenal arti warna darah haid: Dari merah muda hingga abu-abu
Konsultan obstetri dan ginekologi di Motherhood Hospitals, Bangalore, Dr. Prathima A menjelaskan sains di balik fenomena umum ini, sebagaimana dilaporkan Hindustan Times, Rabu (21/1).
Dr. Prathima mengakui bahwa meski perempuan yang sering menghabiskan waktu bersama bisa mengalami menstruasi pada waktu yang berdekatan, tidak ada hal mistis atau sistem fisiologis yang benar-benar “menyinkron” satu sama lain.
Baca juga: Kekurangan zat besi bisa mempengaruhi siklus menstruasi
Namun, secara medis tidak ada alasan bahwa menstruasi terjadi bersamaan hanya karena kedekatan fisik.
“Yang biasanya terjadi jauh lebih sederhana. Dari sudut pandang medis, tidak ada bukti kuat yang membuktikan bahwa tubuh kita benar-benar ‘sinkron’ secara biologis,” kata Dr. Prathima.
Dr. Prathima memaparkan alasan mengapa siklus menstruasi tampak sinkron bagi para perempuan yang tinggal dan beraktivitas bersama.
Baca juga: Mengatasi kram dan nyeri saat menstruasi
Pada kenyataannya, siklus menstruasi sangat bervariasi antarindividu, dan perbedaan itu juga bisa berubah dari bulan ke bulan. Karena itu, keliru jika menganggap menstruasi akan sama hanya karena kebersamaan.
Namun, ada sejumlah rangsangan, baik internal maupun eksternal, yang memengaruhi hormon dan secara tidak langsung memengaruhi siklus menstruasi.
“Stres, perjalanan, pola tidur, rutinitas olahraga, perubahan berat badan, dan kondisi emosional semuanya memengaruhi hormon. Ketika perempuan memiliki gaya hidup yang mirip, seperti jam kerja panjang, tingkat stres yang serupa, atau rutinitas bersama, siklus mereka sesekali bisa bertepatan,” tutur dia.
Baca juga: 5 rekomendasi minuman alami untuk atasi haid tidak lancar
Adapun ketika perempuan yang mengalami sinkronisasi siklus menstruasi kemudian berpisah, sebenarnya semua variabel tersebut berubah saat mereka berada di lingkungan yang berbeda.
Alih-alih terpaku pada alasan mengapa siklus menstruasi perempuan bisa tampak sinkron, Dr. Prathima menekankan bahwa fokus utama seharusnya pada kesehatan menstruasi masing-masing individu, bukan perbandingan.
“Yang penting adalah apakah siklus itu teratur bagi Anda, dapat dikelola, dan bebas dari gejala yang mengganggu aktivitas sehari-hari,” imbuhnya.
Baca juga: Penyebab dan cara mengatasi darah haid yang keluar terlalu banyak
Dr. Prathima menyampaikan sejumlah tanda bahaya yang tidak boleh diabaikan seperti nyeri hebat, perdarahan sangat banyak, menstruasi yang terlewat, serta perubahan siklus yang tiba-tiba dan drastis.
Setiap orang memiliki siklus yang berbeda, dan tidak perlu melakukan penilaian dengan membandingkan satu sama lain. Oleh karena itu, jangan sampai terlalu mempercayai mitos sinkronisasi menstruasi, malah justru mengalihkan perhatian dari kesehatan menstruasi individu.
Baca juga: Mengenal arti warna darah haid: Dari merah muda hingga abu-abu





