Presiden interim Venezuela Delcy Rodríguez akan melakukan kunjungan resmi ke Amerika Serikat (AS) dalam waktu dekat, kata seorang pejabat senior AS pada Rabu (21/1). Kunjungan ini jadi tanda hubungan antara Washington dan Caracas yang berubah drastis sejak awal tahun ini.
Kunjungan ini akan menjadi yang pertama, seorang presiden Venezuela yang sedang menjabat ke AS, dalam lebih dari 25 tahun--di luar kunjungan ke pertemuan PBB di New York.
Rodríguez, yang mengambil alih kekuasaan setelah Presiden Nicolas Maduro ditangkap oleh pasukan AS awal Januari, menyatakan ia menyambut dialog tanpa rasa takut.
“Kami sedang dalam proses dialog, bekerja dengan Amerika Serikat, tanpa rasa takut untuk menghadapi perbedaan dan kesulitan, dan menyelesaikannya melalui diplomasi,” ujarnya, dikutip dari AFP pada Kamis (22/1).
Langkah ini mencerminkan perubahan tajam dalam hubungan bilateral yang selama bertahun-tahun dingin dan sering penuh permusuhan, terutama di bawah kepemimpinan Maduro. Dalam beberapa pekan terakhir, hubungan itu mulai cair setelah Amerika Serikat dan pemerintah interim Venezuela mencapai beberapa kesepakatan kebijakan, terutama di sektor energi.
Sebelumnya, Rodríguez juga memimpin pembicaraan telepon yang digambarkan sebagai “panjang dan penuh rasa saling menghormati” dengan Presiden AS Donald Trump, di mana kedua pemimpin membahas minyak, perdagangan, dan keamanan nasional sebagai bagian dari upaya kerja sama yang lebih luas.
Selain itu, Venezuela telah menerima sekitar 300 juta dolar AS dari penjualan minyak di bawah kesepakatan yang dimediasi AS, yang sebagian akan digunakan untuk menstabilkan pasar valuta asing dan memulihkan ekonomi negara yang terguncang.
Pengumuman kunjungan ini terjadi di tengah upaya memperkuat hubungan ekonomi dan energi antara kedua negara, meskipun pemerintah interim masih berada di bawah sanksi AS, termasuk pembekuan aset.



