jpnn.com, JAKARTA - Badan Kepegawaian Negara (BKN) berharap tidak ada yang salah kaprah lagi dengan informasi yang beredar di media sosial terkait pembukaan seleksi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pada 2026.
Menurut Prof. Zudan, informasi pembukaan seleksi CASN 2026 beserta daftar formasi, besaran gaji adalah hoaks dan bukan bagian dari proses resmi rekrutmen Aparatur Sipil Negara (ASN).
BACA JUGA: Banyak Calon PPPK Paruh Waktu TMS, Masih Diproses di BKN
Unggahan tersebut mencantumkan klaim pembukaan seleksi Kemenkes 2026, daftar tenaga kesehatan, besaran penghasilan, hingga tautan pendaftaran yang tidak berasal dari kanal resmi pemerintah.
BKN memastikan bahwa seluruh proses rekrutmen CASN, baik CPNS maupun PPPK, hanya dilakukan melalui mekanisme nasional yang terintegrasi dan diawasi langsung oleh BKN.
BACA JUGA: BKN: Kepala Daerah Jangan Ragu Melakukan Relokasi PPPK, Prosesnya 5 Hari Saja
"Hingga saat ini belum ada pengumuman resmi terkait pembukaan pendaftaran CPNS 2026 dan PPPK," kata Prof. Zudan, Kamis (22/1/2026)
Dia menjelaskan, setiap tahapan pengadaan ASN selalu diawali dengan penetapan kebutuhan nasional, persetujuan formasi, serta pengumuman resmi melalui portal pemerintah.
BACA JUGA: 5 Berita Terpopuler: BKN Buka-bukaan, Pemutusan Kontrak Kerja PPPK Seharusnya Tak Terjadi, KemenPAN-RB & DPR Diminta Bersikap
BKN memiliki peran sentral dalam memastikan proses rekrutmen ASN berjalan transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik penipuan.
"Seluruh pendaftaran ASN hanya dilakukan melalui portal resmi SSCASN yang dikelola BKN, bukan melalui tautan pribadi atau situs tidak dikenal,” tegas Prof. Zudan.
Sebagai instansi pembina manajemen kepegawaian ASN secara nasional, BKN juga bertanggung jawab memastikan integritas sistem seleksi, mulai dari perencanaan kebutuhan, pendaftaran, pelaksanaan seleksi berbasis Computer Assisted Test (CAT) hingga penetapan NIP ASN.
Oleh karena itu, BKN mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap informasi rekrutmen ASN yang beredar di luar kanal resmi instansi pemerintah.
Masyarakat juga diingatkan agar selalu waspada terhadap modus penipuan berkedok seleksi ASN yang kerap mencantumkan iming-iming gaji besar dan tautan pendaftaran tidak resmi. Cara termudah untuk mengecek apakah informasi tersebut valid atau tidak, yakni dengan selalu melakukan verifikasi lewat portal resmi BKN, SSCASN, dan website/media sosial resmi instansi pemerintah.
"Kalau belum ada informasi apa pun pada situs-situs resmi pemerintah tersebut, informasi apa pun terkait seleksi CPNS 2026 dan PPPK patut diwaspadai,” ucap Prof. Zudan.
BKN sendiri terus berkomitmen menjaga kepercayaan publik dengan menghadirkan sistem rekrutmen ASN yang profesional, transparan, dan berkeadilan, sekaligus melindungi masyarakat dari informasi palsu yang merugikan. (esy/jpnn)
Redaktur : Budianto Hutahaean
Reporter : Mesyia Muhammad




