FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Beredarnya informasi lowongan kerja (loker) dari sebuah akun media sosial bernama @lokermbgsekitaranda, membangkitkan euforia masyarakat untuk melamar pekerjaan.
Akun tersebut memuat informasi rekrutmen pekerja Program MBG, serta mencantumkan tautan pendaftaran melalui laman situs yang tertera pada bio akun.
Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa akun media sosial tersebut bukan merupakan akun resmi dan tidak termasuk dalam kanal komunikasi BGN dan mengimbau masyarakat untuk hati-hati.
“Perlu kami tegaskan bahwa akun media sosial tersebut tidak memiliki keterkaitan apa pun dengan BGN. Dengan demikian, seluruh informasi lowongan kerja yang disampaikan melalui akun dimaksud bukan merupakan informasi resmi dari BGN dan tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” tegas Kepala Biro Hukum dan Humas, Khairul Hidayati, di Jakarta dilansir pada Kamis (22/1/2026).
BGN lantas menggarisbawahi bahwa seluruh informasi resmi, termasuk pengumuman terkait kebijakan, program, hanya disampaikan melalui kanal resmi BGN, baik melalui situs web resmi maupun akun media sosial resmi yang dikelola oleh institusi.
Sehubungan dengan hal tersebut, masyarakat diimbau untuk selalu berhati-hati dan tidak mudah mempercayai informasi lowongan kerja yang bersumber dari akun atau pihak yang tidak resmi. Masyarakat juga diingatkan untuk tidak memberikan data pribadi, dokumen, maupun informasi lainnya.
Seleksi PPPK
Badan Gizi Nasional (BGN) berencana membuka seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) tahap III dan IV tahun 2026, untuk kategori umum. Jumlah formasi yang dibutuhkan sebanyak 32.460 orang.
Langkah ini diambil untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia guna mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara berkelanjutan dan merata di seluruh Indonesia.
Kepala BGN, Dadan Hindayana mengaku telah berkoordinasi dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) untuk membuka seleksi tersebut.
Sebelumnya, BGN telah melakukan rekrutmen PPPK untuk tiga komponen pegawai yang bertugas di setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Pada tahap pertama, sebanyak 2.080 PPPK telah resmi menjadi aparatur sipil negara (ASN) terhitung mulai 1 Juli 2025.
Pada tahap kedua, dilakukan lagi seleksi terhadap sekitar 32.000 peserta. Dari jumlah tersebut, sebanyak 31.250 orang merupakan kepala SPPG yang sebelumnya dididik melalui program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI).
Sementara itu, 750 formasi dibuka untuk umum dan diisi oleh 375 akuntan serta 375 ahli gizi. (Pram/fajar)




