Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan proses pencarian pengganti Ketua Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell hampir rampung dan mengisyaratkan bahwa dirinya telah memiliki satu kandidat utama.
Dalam sebuah wawancara di sela World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, Trump mengatakan seleksi yang dimulai sejak September lalu dan sempat melibatkan hingga 11 kandidat kini mendekati tahap akhir.
“Saya kira awalnya tinggal tiga, lalu dua. Dan mungkin sekarang tinggal satu saja, menurut saya,” ujar Trump dikutip dari CNBC International pada Kamis (22/1/2026).
Meski demikian, Trump menolak menyebutkan nama kandidat tersebut. Daftar kandidat pengganti Powell mencakup mantan dan pejabat aktif The Fed, ekonom, hingga pelaku pasar Wall Street.
Sejumlah nama yang selama ini disebut-sebut masuk tahap akhir antara lain mantan Gubernur The Fed Kevin Warsh, Gubernur The Fed saat ini Christopher Waller, Direktur National Economic Council (NEC) Kevin Hassett, serta Kepala Investasi Pendapatan Tetap BlackRock Rick Rieder.
Trump menyebut Rieder, yang terakhir menjalani wawancara, sebagai sosok yang mengesankan dan memuji seluruh kandidat yang masuk dalam proses seleksi.
Baca Juga
- Suku Bunga AS Harus Tetap Tinggi, Pejabat The Fed Beri Penjelasan
- Ini Alasan Trump Dorong DOJ Selidiki Ketua The Fed Jerome Powell
- Upaya Pemidanaan Powell Tuai Kecaman, Independensi The Fed Disorot
Dalam beberapa hari terakhir, Trump juga menyatakan lebih memilih Hassett tetap menjabat di NEC, sehingga memperkecil peluangnya memimpin bank sentral AS.
Proses wawancara dipimpin oleh Menteri Keuangan AS Scott Bessent. Trump sebelumnya sempat menyatakan dukungan agar Bessent menjadi Ketua The Fed, namun dia menyebut Bessent hanya ingin tetap berada di posisinya sekarang.
Pernyataan Trump mengenai kursi Ketua The Fed menjadi episode terbaru dalam rangkaian dinamika yang mewarnai bank sentral AS setelah satu tahun penuh gejolak.
Meski Trump kerap mengkritik Powell dan jajaran The Fed pada masa jabatan pertamanya pada 2017–2021, tekanan meningkat signifikan sepanjang 2025.
Trump melontarkan kritik keras terhadap para pembuat kebijakan, termasuk ancaman untuk memecat Powell, serta upaya nyata memberhentikan Gubernur The Fed Lisa Cook. Langkah tersebut bahkan menjadi topik sidang Mahkamah Agung AS pada Rabu terkait kewenangan presiden atas bank sentral.
Dengan pencopotan Powell dari jabatan ketua dinilai hampir pasti, perhatian kini tertuju pada kemungkinan Powell tetap bertahan sebagai gubernur The Fed hingga sisa masa jabatannya berakhir dua tahun lagi.
Jika tetap menjabat, Powell masih memiliki suara dalam penentuan kebijakan moneter dan suku bunga, sekaligus berpotensi menjadi penyeimbang terhadap upaya Trump mengendalikan keputusan The Fed.
Adapun, Trump mengaku tidak terlalu mempersoalkan keputusan Powell tersebut. "Kita menjalani sesuai dengan kondisi yang ada. Kalau itu terjadi, hidupnya tidak akan terlalu bahagia, menurut saya. Saya pikir dia ingin pergi. Dia tidak melakukan pekerjaan dengan baik," ujar Trump.
Trump kembali mengkritik proyek renovasi kantor pusat The Fed yang nilainya telah melampaui US$2,5 miliar. Departemen Kehakiman AS bahkan telah mengeluarkan surat panggilan (subpoena) kepada Powell terkait proyek tersebut. “Saya bisa mengerjakannya dengan US$25 juta dan hasilnya akan lebih bagus dari apa yang mereka lakukan,” kata Trump.




