Penulis: Saeful Hardi
TVRINews, Kabupaten Bogor
Dwi Mardiono, warga Perumahan Puri Indrakila, Kampung Sasak Panjang, Desa Sasak Panjang, Kecamatan Tajur Halang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menjadi salah satu korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan. Dwi diketahui merupakan kru teknisi mesin pesawat tersebut.
Hingga kini, keluarga dan kerabat masih menanti kabar terbaru dari tim SAR yang terus melakukan pencarian dan evakuasi korban. Harapan besar disertai doa terus dipanjatkan agar Dwi Mardiono segera ditemukan.
Rumah korban di Blok B6 Perumahan Puri Indrakila mulai didatangi sejumlah keluarga, kerabat, dan warga sekitar. Kehadiran mereka sebagai bentuk empati dan dukungan moral kepada keluarga yang masih diliputi kecemasan.
Di mata warga, Dwi Mardiono dikenal sebagai sosok yang ramah dan aktif dalam kegiatan lingkungan. Meski memiliki kesibukan tinggi sebagai kru teknisi pesawat yang kerap bertugas ke luar kota, Dwi tetap meluangkan waktu untuk berpartisipasi dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan.
Ketua RT setempat, Andry Setiawan, mengenang Dwi sebagai pribadi yang baik dan peduli terhadap lingkungan.
“Beliau sangat baik dalam keluarga, perhatian kepada istri dan anak. Dalam kegiatan kemasyarakatan juga aktif, sering ikut kerja bakti, olahraga, hingga ronda. Harapan kami, beliau bisa kembali ke keluarga,” ujar Andry, Kamis (22/1/2026).
Menurut Andry, hingga saat ini tim SAR masih melakukan proses pencarian dan baru menemukan sejumlah identitas korban di lokasi kejadian. Keluarga dan kerabat Dwi Mardiono pun terus berharap dan berdoa agar proses pencarian segera membuahkan hasil.
Editor: Redaksi TVRINews



