Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Jakarta
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti memaparkan rencana program prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk tahun anggaran 2026 dengan total pagu anggaran yang dapat dimanfaatkan sebesar Rp52,12 triliun.
Pemaparan tersebut disampaikan dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI di Jakarta, Rabu, 21 Januari 2026.
Dalam kesempatan itu, Abdul Mu’ti menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan anggota Komisi X DPR RI atas dukungan serta pengawalan yang diberikan terhadap program-program pendidikan nasional.
“Kami mengucapkan terima kasih atas komitmen dan dukungan Komisi X DPR RI sehingga berbagai program prioritas Kemendikdasmen mendapatkan keberpihakan dalam penganggaran,”kata Mu’ti dalam keterangan tertulis, Kamis, 22 Januari 2026.
Untuk mewujudkan visi Pendidikan Bermutu untuk Semua pada tahun 2026, Kemendikdasmen menetapkan sejumlah agenda strategis. Salah satunya melalui Program Pembangunan dan Revitalisasi Satuan Pendidikan dengan target 11.744 satuan pendidikan.
Selain itu, program Digitalisasi Pembelajaran akan menjangkau 288.865 satuan pendidikan melalui pendampingan pemanfaatan perangkat pembelajaran serta penguatan konten digital.
Dalam upaya pemerataan akses pendidikan, Program Indonesia Pintar (PIP) diperluas hingga jenjang PAUD dengan sasaran sekitar 19,48 juta peserta didik dari keluarga kurang mampu. Penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) juga menjadi perhatian dengan target 191.697 anak.
Pada tahun 2026, Kemendikdasmen juga merencanakan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang sekolah dasar dan sekolah menengah pertama.
Peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan turut menjadi fokus utama. Pemerintah menargetkan pelatihan bagi 119.888 guru dan tenaga kependidikan dalam berbagai bidang, mulai dari pembelajaran mendalam, bimbingan konseling, STEM, Bahasa Inggris, hingga literasi, numerasi, dan kepemimpinan sekolah.
Selain itu, Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) ditargetkan menjangkau 41.692 guru agar memperoleh sertifikat pendidik. Sementara itu, peningkatan kualifikasi akademik S1/D4 akan menyasar sekitar 150 ribu guru secara berkelanjutan.
Sebagai bentuk peningkatan kesejahteraan, insentif bagi guru non-ASN direncanakan naik menjadi Rp400 ribu per bulan dengan sasaran 798.905 guru.
Penguatan karakter peserta didik akan dilaksanakan melalui kampanye Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7KAIH), layanan budaya belajar yang aman dan nyaman, Gerakan Rukun Sama Teman, serta penguatan pendidikan inklusif. Program ini melibatkan empat pusat pendidikan, yakni sekolah, keluarga, masyarakat, dan media.
Di bidang kebahasaan dan literasi, Kemendikdasmen menargetkan revitalisasi bahasa daerah bagi 7.755 peserta sebagai upaya pelindungan dan pengembangan bahasa daerah. Selain itu, pencetakan serta distribusi buku bacaan bermutu akan menyasar 27.627 satuan pendidikan jenjang SD dan SMP.
Untuk tahun 2026, Kemendikdasmen juga menyiapkan pelaksanaan sejumlah arahan baru dari Presiden Republik Indonesia. Di antaranya penambahan sasaran pembangunan dan revitalisasi hingga 60.000 satuan pendidikan yang pendanaannya akan diusulkan melalui Anggaran Biaya Tambahan (ABT).
Penguatan digitalisasi pembelajaran juga akan dilakukan melalui penambahan tiga papan interaktif digital di setiap satuan pendidikan, yang pendanaannya turut diusulkan melalui ABT.
Sejalan dengan arahan Presiden dalam memperkuat kemampuan menulis siswa, pemerintah akan memberikan bantuan buku tulis dan alat tulis bagi peserta didik kelas awal sekolah dasar, yakni kelas 1, 2, dan 3.
Selain itu, pemerintah merencanakan pembangunan sekolah terintegrasi di tingkat kecamatan di seluruh Indonesia dengan sistem pembelajaran berkelanjutan antarjenjang untuk mencetak lulusan yang berkarakter, unggul, dan berdaya saing.
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Kurniasih Mufidayati menyampaikan apresiasi atas capaian Kemendikdasmen pada tahun anggaran 2025 dan berharap peningkatan kinerja dapat berlanjut pada 2026.
“Hal ini menunjukkan upaya mewujudkan tujuan pendidikan nasional semakin meningkat, dan kami berharap dapat terus diperkuat pada tahun 2026,”ungkap Kurniasih.
Ia juga menyatakan dukungan terhadap pelaksanaan arahan Presiden untuk tahun anggaran 2026 serta menegaskan pentingnya kolaborasi antara DPR dan pemerintah.
Melalui perencanaan program yang terarah serta pengelolaan anggaran yang akuntabel, Kemendikdasmen menegaskan komitmennya untuk memperluas akses, meningkatkan mutu pendidikan, serta memperkuat karakter peserta didik di seluruh Indonesia.
Editor: Redaksi TVRINews




.jpg)
