Bisnis.com, MAKASSAR — Basarnas menyerahkan black box pesawat ATR 42-500 ke Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) di Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Kamis (22/1/2026).
Black box tersebut nantinya akan langsung diperiksa untuk mengungkap penyebab kecelakaan pesawat.
Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono mengatakan black box ini terdiri atas Flight Data Recorder (FDR) dan Cockpit Voice Recorder (CVR).
CVR merupakan alat yang merekam percakapan di dalam kokpit, baik antar pilot maupun komunikasi dengan menara pengawas. Sedangkan FDR merekam sekitar 88 parameter data penerbangan. Penemuannya diharapkan bisa menjawab kejadian yang sebenarnya yang terjadi salam pesawat.
"Black box ini lah yang akan kami gunakan untuk bisa menjawab teka-teki penyebab jatuhnya pesawat ATR,” ujar Soerjanto, Kamis (22/1/2026).
Dia menambahkan seluruh proses investigasi KNKT akan dilakukan berdasarkan data yang akurat, bukan perkiraan. Hasilnya nanti akan segera dikeluarkan dengan tujuan salah satunya menjadi rekomendasi untuk keperluan analisis keselamatan.
Baca Juga
- Korban Kedua Kecelakaan Pesawat ATR yang Ditemukan Sudah Teridentifikasi
- Tim SAR Temukan Black Box Pesawat ATR 42-500 dalam Keadaan Utuh, Segera Diperiksa
- Pemprov Sulsel Sumbang Rp2,5 Miliar untuk Bantu Pencarian Korban Pesawat ATR 42-500
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menambahkan black box tersebut ditemukan dalam operasi SAR pada hari kelima. Saat ini tim masih memprioritaskan pencarian pada korban.
"Mudah-mudahan dengan penemuan lack box bisa membuat membuat proses ini lebih cepat dan akurat, utamanya untuk evaluasi terhadap kejadian kecelakaan," jelasnya.


