Menkeu Purbaya: Fundamental Ekonomi Kokoh, Rupiah Bakal Terus Menguat

tvrinews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Ricardo Julio

TVRINews, Jakarta

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa kondisi fundamental ekonomi Indonesia saat ini tetap berada dalam posisi yang sangat baik di tengah fluktuasi nilai tukar Rupiah. Ia meminta masyarakat dan pelaku pasar untuk tidak merasa khawatir secara berlebihan.

Menanggapi isu yang menyebutkan bahwa pelemahan Rupiah beberapa waktu lalu disebabkan oleh sentimen pencalonan pejabat tertentu, Menkeu Purbaya memberikan klarifikasi tegas. Menurutnya, pergerakan mata uang merupakan hasil dari berbagai faktor global dan domestik yang kompleks.

"Rupiah itu melemah bahkan sebelum penunjukan tersebut, jadi itu bukan isu utamanya. Ada faktor lain yang bermain. Yang terpenting sekarang adalah Bank Sentral, Kementerian Keuangan, dan seluruh elemen pemerintah sudah sepakat untuk menjaga stabilitas nilai tukar," ujar Purbaya kepada awak media usai menghadiri Pelantikan Pejabat Pegawai Direktorat Jenderal Pajak di wilayah Jakarta Utara, Kamis 22 Januari 2026.

Ia menambahkan bahwa pemerintah menaruh kepercayaan penuh pada strategi yang dijalankan oleh Bank Indonesia (BI).

"Kita percaya Bank Sentral punya strategi yang tepat. Fundamental ekonomi kita terus diperbaiki dan akan semakin membaik. Jadi, tidak perlu khawatir," imbuhnya.

Terkait koordinasi di dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Purbaya menjelaskan bahwa diskusi yang dilakukan bersama pihak terkait, termasuk Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, berfokus pada sinkronisasi kebijakan untuk memperkuat ekonomi nasional.

"Beliau (Pak Dasco) hanya berdiskusi soal kondisi ekonomi secara keseluruhan dan setuju bahwa Rupiah seharusnya bisa lebih kuat lagi. Tidak ada indikasi bahwa pelemahan ini akan memicu krisis ekonomi," jelasnya.

Menkeu juga menyoroti pentingnya performa pasar modal sebagai indikator kepercayaan investor dunia. Menurutnya, pasar modal adalah "bendera" atau wajah ekonomi Indonesia di mata internasional.

"Kalau pasar modal menguat, investor akan melirik dan melihat fondasi ekonomi kita, lalu masuk. Jadi jangan anggap pergerakan pasar modal itu tidak penting. Kami optimis Foreign Direct Investment (FDI) akan mulai banyak masuk," kata Purbaya.

Purbaya mengungkapkan data positif mengenai arus modal asing (capital inflow) yang masuk ke Indonesia. Tercatat sejak periode Oktober hingga Januari, Indonesia masih mengalami net inflow.

Ia juga membantah kabar bahwa pelemahan Rupiah disebabkan oleh para importir yang menahan penukaran dolar. Sebaliknya, ia melihat tren penguatan sudah mulai terlihat.

"Rupiah sekarang sudah mulai menguat. Dengan strategi baru dari Bank Sentral dan dukungan penuh dari kami di fiskal, memperkuat Rupiah itu tidak terlalu sulit. Ekonomi akan berjalan lebih cepat, investor masuk, dan pasar modal akan semakin solid," pungkasnya.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Sah! RI Gabung Dewan Perdamaian Trump Bersama Saudi dan Qatar
• 10 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Respons Istri Ricky Harun Saat Dihubungi LC Diduga Selingkuhan
• 8 jam laluviva.co.id
thumb
Suami Terbaring Lemah di Rumah Sakit, Wamen Stella Christie Menyusul Prof Bartek Czech ke AS: God’s Healing Hand is Near
• 22 jam lalutvonenews.com
thumb
Wakapolri Ungkap Negara yang Jadi Pusat Eksploitasi WNI di ASEAN
• 13 jam laluokezone.com
thumb
Terungkap Penyebab Teknisi Pesawat ATR 42-500 Selamat dari Maut, Sempat Izin pada Komandan
• 23 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.