Jakarta: Banjir menggenangi kawasan Kelapa Gading, tepatnya di Jalan Hybrida Raya, Jakarta Utara, pada Kamis, 22 Januari 2026, sore. Petugas Suku Dinas Sumber Daya Tata Air (SDA) Jakarta Utara berjibaku melakukan penyedotan menggunakan pompa apung, untuk mengurangi debit air.
Petugas Penunjang Juru Ukur (PPJU) SDA Jakut, Indra, mengatakan banjir terjadi sejak pukul 11.00 WIB. Banjir dikarenakan hujan besar dan berlangsung cukup lama. Menurutnya, Kamis pagi, belum ada laporan banjir di wilayah ini.
"Sekitar 30 senti ya, ini lagi kita tangani pakai pompa apung, sementara kita alihkan airnya ke kali yang lebih besar," kata Indra di lokasi, Kamis, 22 Januari 2026.
Hingga pukul 14.40 WIB, banjir sudah mencapai ketinggian 30-50 sentimeter. Petugas kini masih berupaya menggunakan lima pompa apung dan akan menambah pompa lagi bilamana diperlukan.
Baca Juga :BPBD Catat 9 Titik Banjir di Kota Bekasi, Ketinggian Air Capai 90 Cm
"Sekarang ada lima pompa apung, tapi bilamana kurang kita akan datangkan lagi, bisa nambah lagi sekitar 2-3 pompa apung," kata Indra.
Sejumlah kendaraan nekat menerobos banjir ini baik motor maupun mobil dengan menggunakan jalur di sebelah kanan. Petugas pun tampak mendorong kendaran roda dua yang sempat mogok di tengah jalan.
Banjir di Jalan Hybrida, Kelapa Gading. Foto: Metro TV/Yurike
Sebanyak 30 personel SDA dikerahkan dalam penanganan banjir di Kelapa Gading ini. Sementara, banjir di Hybrida ini merupakan banjir dengan titik tertinggi di Kelapa Gading.
Farah, pengendara motor, mengaku mogok lantaran menerobos banjir. Farah terpaksa harus menunggu motornya agak kering agar air di dalam mesin dapat keluar kembali.
"Mogok ini, saya dari kerjaan mau ke Gading Nias mau pulang. Tadi pagi enggak banjir, tapi emang di sini sering banjir kalau hujannya gak berhenti-henti," kata Farah.


