Usia Harapan Hidup Meningkat, Risiko Penyakit dan Biaya Kesehatan Makin Tinggi

kompas.id
1 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS – Kemajuan teknologi dan akses layanan kesehatan yang semakin baik membuat usia harapan hidup semakin tinggi. Namun, meski usia semakin panjang, risiko kesehatan masyarakat juga semakin besar akibat penuaan dan perubahan gaya hidup. Untuk itu, upaya pencegahan penyakit mesti gencar dilakukan lewat penguatan layanan kesehatan primer.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam acara peluncuran laporan Bank Dunia “A Healthy Future: Primary Health Care and the Chronic Disease Epidemic in East Asia and Pacific”, mengatakan, usia harapan hidup masyarakat Indonesia yang semakin tinggi membuat beban biaya kesehatan semakin besar. Hal tersebut terjadi karena usia harapan hidup tidak diiringi dengan usia harapan hidup sehat.

“Kekhawatiran saya jika harapan hidup kita rata-rata sekarang 72 tahun dengan belanja (kesehatan) 140 dolar AS per kapita, lalu meningkat menjadi 76 tahun seperti Malaysia yang membelanjakan 300 dolar AS lebih tinggi, maka negara harus mengeluarkan 84 miliar dolar AS setiap tahun untuk menopang populasi yang menua dari usia 70 tahun ke 76 tahun,” tuturnya.

Baca JugaHarapan Hidup Laki-laki Tetap Lebih Pendek

Negara maju menunjukkan, peningkatan usia harapan hidup juga disertai dengan kenaikan beban biaya kesehatan. Di Amerika Serikat, misalnya, dengan usia harapan hidup rata-rata 79 tahun, rata-rata biaya kesehatan di negara tersebut mencapai 11.900 dolar AS.

Meski begitu, Budi menyampaikan, korelasi tersebut tidak berlaku di sejumlah negara. Di Panama dan Kuba, beban biaya kesehatan hanya sekitar 1.900 dolar AS dengan usia harapan hidup yang sama dengan Amerika Serikat yang mencapai 79 tahun.

Hal tersebut juga ditunjukkan Jepang yang memiliki usia harapan hidup mencapai 84 tahun dan beban biaya kesehatan sekitar 5.000 dolar AS per kapita. Begitu pula dengan Singapura yang memiliki usia harapan hidup 84 tahun dengan biaya kesehatan sekitar 3.300 dolar AS per kapita.

“Ada satu pengamatan yang sangat jelas, negara-negara dengan harapan hidup tinggi dan biaya kesehatan per kapita rendah sangat berfokus pada pelayanan kesehatan primer. Mereka menjaga masyarakat tetap sehat, bukan mengobati orang yang sakit,” kata Budi.

Negara-negara dengan harapan hidup tinggi dan biaya kesehatan per kapita rendah sangat berfokus pada pelayanan kesehatan primer. Mereka menjaga masyarakat tetap sehat, bukan mengobati orang yang sakit.

Untuk itulah, Indonesia tengah diupayakan untuk mengikuti prinsip yang berjalan di Singapura dan Jepang, bukan seperti Amerika Serikat. Penguatan pada pelayanan kesehatan primer akan dilakukan terutama untuk mencegah penyakit di masyarakat.

Hal itu, antara lain, dilakukan lewat edukasi gaya hidup sehat, imunisasi, dan skrining kesehatan. Saat ini, sebanyak 70 juta masyarakat Indonesia sudah mengikut program cek kesehatan gratis. Harapannya, penyakit pada masyarakat bisa dideteksi sejak dini sehingga dapat segera diobati dan tidak sampai pada komplikasi yang lebih buruk.

Baca JugaTimpangnya Harapan Hidup dan Harapan Hidup Sehat Penduduk Indonesia

“Jika kita berhasil mendidik 280 juta orang agar hidup sehat dan kita bisa mentransfer tanggung jawab kesehatan kepada mereka, maka 50 persen pekerjaan kita sudah selesai. Dan itu akan sangat murah karena mereka tidak perlu minum obat,” ujar Budi.

Komitmen

Budi menyebutkan, total anggaran kesehatan untuk layanan kesehatan primer di Kementerian Kesehatan saat ini sekitar 30-35 persen. Besaran anggaran tersebut belum termasuk pendanaan dari pihak ketiga, seperti pinjaman dari Bank Dunia.

By nature, memang treatment di primary (layanan kesehatan primer) lebih murah. Jadi, yang penting bukan real angkanya tetapi bagaimana layanan promotif dan preventif bisa terjadi,” katanya.

Direktur Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor Leste Carolyn Turk menyampaikan, Indonesia kini sedang menjalankan agenda transformasi sistem kesehatan yang cukup ambisius, yakni menggeser sistem kesehatan dari sebelumnya berfokus pada aspek kuratif menjadi pencegahan.

Bank Dunia pun mendukung upaya Indonesia, terutama dalam program Jaminan Kesehatan Nasional, pemerataan layananan kesehatan, penurunan angka tuberkulosis, serta penurunan angka tengkes atau stunting dan kanker serviks.

Baca JugaHarapan Hidup Peminum Teh Lebih Lama 1,26 Tahun

Ia juga menyebutkan, kesehatan masyarakat saat ini menghadapi tantangan dengan semakin meningkatnya usia harapan hidup. Masyarakat memang memiliki hidup yang lebih lama, namun itu tidak disertai dengan hidup yang lebih sehat. Akibatnya, beban biaya kesehatan semakin meningkat.

Laporan Organisasi Kesehatan Dunia dalam Global Health Observatory menunjukkan, terjadi kesenjangan yang semakin besar antara harapan hidup dan harapan hidup sehat. Pada tahun 2000, kesenjangan antara usia harapan hidup dan harapan hidup sehat sebesar 8,5 tahun. Jumlah itu semakin besar pada 2021 dengan kesenjangan usia mencapai 9,3 tahun.

“Respons yang paling efektif dengan memperkuat sistem pelayanan kesehatan primer yang berfokus pada pencegahan, diagnosis dini, dan manajemen perawatan yang berkelanjutan,” ujar Turk.

Wakil Presiden Bank Dunia untuk Asia Timur dan Pasifik Carlos Felipe Jaramillo menambahkan, kesehatan masyarakat secara menyeluruh amat penting untuk mendukung perkembangan suatu negara. Saat orang sehat, ia dapat lebih produktif dan dapat bekerja secara efektif dalam waktu yang lama.

Sebaliknya, orang dengan kondisi kesehatan yang buruk akan memiliki tingkat produktivitas yang menurun sehingga masa kerja pun menjadi lebih pendek. Selain itu, biaya kesehatan bagi rumah tangga dan negara akan semakin besar.

Menurut Carlos, epidemi penyakit tidak menular bisa semakin buruk dengan kondisi penuaan penduduk serta perubahan gaya hidup yang tidak sehat. “Pada sistem kesehatan, cara pencegahan paling efektif dengan memperkuat pelayanan kesehatan primer,” katanya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Ragam Aksi Trump di Davos: Drama Greenland hingga Keraguan pada NATO
• 3 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Bayern Muenchen vs Union Saint-Gilloise: Brace Harry Kane Loloskan Die Roten
• 11 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Puan apresiasi penghargaan dari Korsel kepada PMI Sugianto
• 1 jam laluantaranews.com
thumb
Umuh Muchtar Pastikan Federico Barba Bertahan di Persib, Satu Pemain Asing Akan Bergabung
• 1 jam lalumerahputih.com
thumb
Tragedi Tambang Emas Ilegal Sarolangun: 8 Tewas
• 22 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.