Grid.ID- Kronologi hilangnya pendaki di Bukit Mongkrang, Karanganyar, Jawa Tengah, menjadi perhatian publik setelah seorang pemuda bernama Yazid Ahmad Firdaus (26) dilaporkan tak kembali dari pendakian. Yazid diketahui mendaki Bukit Mongkrang bersama tiga orang rekannya pada Minggu, 18 Januari 2026.
Namun, hanya tiga pendaki yang berhasil kembali ke basecamp dengan selamat. Hingga kini, Yazid masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian intensif.
Tim SAR gabungan terus memperluas area pencarian di medan pegunungan yang berkabut dan bercurah hujan tinggi. Lebih lengkapnya, berikut kronologi hilangnya pendaki di Bukit Mongkrang, Karanganyar, Jawa Tengah.
Kronologi Hilangnya Pendaki di Bukit Mongkrang
Pendaki yang hilang diketahui bernama Yazid Ahmad Firdaus (26), warga Perum Angsana, Desa Gawanan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar. Ia mendaki Bukit Mongkrang yang berada di Tlogodringgo, Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Karanganyar, atau sekitar 50 kilometer dari Kota Solo.
Dikutip dari Tribun Jateng, Kamis (22/1/2026), bukit Mongkrang sendiri memiliki ketinggian 2.194 meter di atas permukaan laut (Mdpl). Bukit Mongkrang dikenal sebagai destinasi favorit pendaki pemula karena jalurnya relatif singkat, dengan waktu tempuh menuju puncak sekitar dua jam.
Kronologi hilangnya pendaki bermula saat Yazid bersama tiga rekannya, yakni Cahya, Salma, dan Riyan, memulai pendakian pada Minggu (18/1/2026) sekitar pukul 06.00 WIB. Rombongan pun mencapai puncak pukul 08.00 WIB.
Tidak ada kejadian mencurigakan saat pendakian naik. Namun, masalah muncul ketika mereka memulai perjalanan turun dari puncak.
Saat turun, keempat pendaki tersebut terpisah di kawasan Pos 3. Formasi mereka saat itu adalah Salma di posisi terdepan, diikuti Cahya, kemudian Yazid, dan Riyan berada di posisi terakhir.
Salma dan Cahya tiba lebih dulu di basecamp dan menunggu dua rekannya. Akan tetapi, hingga waktu cukup lama, hanya Riyan yang tiba di basecamp. Yazid tidak kunjung muncul, sehingga ketiga rekannya melaporkan kejadian tersebut kepada petugas basecamp.
Upaya Pencarian
Setelah laporan diterima, pihak pengelola dan relawan setempat melakukan pencarian awal. Namun, hingga Senin (20/1/2026), Yazid belum ditemukan.
Kasus hilangnya pendaki ini kemudian ditangani secara lebih serius dengan melibatkan tim SAR gabungan. BPBD Karanganyar, Basarnas, TNI, Polri, Perhutani, pengelola Bukit Mongkrang, serta warga sekitar dikerahkan untuk membantu proses pencarian.
Kepala Pelaksana BPBD Karanganyar, Hendro Prayitno, menjelaskan bahwa fokus pencarian diarahkan ke jalur turun dari Pos 3, yang diduga menjadi titik terakhir Yazid terlihat. Tim SAR melakukan penyisiran manual di jalur pendakian, semak-semak, hingga area lembah dan aliran sungai.
Memasuki hari ketiga pencarian, Selasa (20/1/2026), sekitar 200 relawan dan 160 personel inti diterjunkan ke lokasi. Mereka dibagi ke dalam enam Search and Rescue Unit (SRU) dengan jumlah personel yang bervariasi, mulai dari 10 hingga 18 orang per unit.
Selain penyisiran manual, teknologi turut dimanfaatkan untuk menjangkau area sulit. Drone milik Diskominfo Kabupaten Karanganyar diterbangkan untuk memantau area yang sulit dijangkau petugas darat.
Dikutip dari Kompas.com, Kamis (22/1/2026), tim SAR juga melakukan pelacakan melalui IMEI dan nomor ponsel milik Yazid. Penyisiran turut dilakukan di jalur sungai Mranten, punggungan Pos 3, serta jalur-jalur alternatif yang mungkin dilalui korban.
Polres Karanganyar turut mengerahkan unit K9 atau anjing pelacak untuk memaksimalkan pencarian. Kapolres Karanganyar, Arman Sahti, menyebut anjing pelacak difokuskan pada titik-titik yang diduga menjadi lokasi terakhir Yazid berada. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat proses pencarian di kawasan hutan yang cukup lebat.
Namun, operasi SAR menghadapi kendala berat akibat faktor cuaca. Hujan deras dan kabut tebal menyelimuti Bukit Mongkrang, menyebabkan jarak pandang sangat terbatas.
Kondisi tersebut membuat pergerakan tim menjadi lebih lambat dan berisiko. Hendro Prayitno mengakui bahwa cuaca ekstrem menjadi tantangan utama yang hingga kini belum membuahkan hasil signifikan.
Radius Pencarian Diperluas hingga 600 Meter
Koordinator SAR Operasi dari Basarnas, Yohan Tri Anggoro, menjelaskan bahwa berdasarkan evaluasi lapangan, radius pencarian diperluas. Jika sebelumnya pencarian difokuskan dalam radius 400 meter dari titik hilang, kini diperluas hingga 600 meter. Area pencarian juga mencakup arah Bukit Mitis yang berada di sisi barat Bukit Mongkrang.
Perluasan ini dilakukan dengan mempertimbangkan kemungkinan korban berpindah jalur atau tersesat ke area lain. Hingga saat ini, tim SAR masih terus bekerja dan berharap kondisi cuaca membaik agar proses pencarian dapat berjalan lebih optimal. Demikianlah kronologi hilangnya pendaki Yazid Ahmad Firdaus. (*)
Artikel Asli


