Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus melemah pada awal 2026 dan hampir menembus level Rp17.000 per dolar AS. Pemerintah pun berkoordinasi dengan Bank Indonesia (BI) menyikapi pelemahan rupiah.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa telah digelar pertemuan rutin dengan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa hingga Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo di Wisma Negara, Jakarta pada kemarin, Rabu (21/1/2026). Salah satu fokus isu yang dibicarakan adalah terkait dengan pelemahan rupiah.
"Salah satu item dalam pembahasan tim ekonomi secara rutin itu kan salah satunya pasti berkenaan dengan masalah nilai tukar rupiah. Secara khusus yang paling penting adalah bagaimana kemudian kita memastikan bahwa fundamental ekonomi kita itu kuat, kemudian sektor-sektor riil didorong untuk tumbuh dan berkembang," ujar Prasetyo dalam konferensi pers pada Kamis (22/1/2026).
Dia menjelaskan di tengah lesunya nilai tukar rupiah, yang menjadi kunci adalah fundamental ekonomi, termasuk di sektor riil serta pengeluaran pemerintah.
"Kita menghendaki di awal tahun belanja pemerintah juga sudah bisa optimum karena ini bagian dari salah satu stimulus ekonomi," jelasnya.
Sebelumnya, Purbaya menjelaskan bahwa diskusi dengan Mensesneg hingga Gubernur BI itu berlangsung secara umum dan bersifat koordinatif.
Baca Juga
- Pelemahan Rupiah Tak Gentarkan Pasar Saham, Analis Beberkan Alasannya
- Rupiah Ditutup Menguat ke Rp16.936 saat Dolar AS Loyo
- Kurs Rupiah Nyaris Rp17.000, Purbaya Bantah RI Dekati Krisis, Klaim Ekonomi Kuat
"Kami fokus di pekerjaan kami, dan saya kira pak Gubernur sudah melakukan langkah yang tepat untuk melakukan apa yang perlu untuk dilakukan untuk menjaga stabilitas. Saya pikir dia akan mengendalikan hal itu dengan baik. Enggak ada masalah lagi,” katanya.
Terkait kemungkinan perlakuan khusus dari Kementerian Keuangan untuk menjaga nilai tukar rupiah, Purbaya menegaskan tidak ada kebijakan khusus dari sisi fiskal.
“Enggak. rupiah adalah tugas dari bank sentral, dan saya percaya bank indonesia akan mengambil langkah tepat untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah,” katanya.
Sebagaimana diketahui, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS memang terus melemah sejak awal tahun. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup di level Rp16.936 per dolar AS atau hampir menyentuh level Rp17.000.



