Prabowo Bakal Groundbreaking 6 Proyek Hilirisasi Pekan Depan

bisnis.com
3 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto akan melakukan peletakan batu pertama atau groundbreaking 6 proyek hilirisasi pada pekan depan. Salah satu proyek yang akan groundbreaking berada di Kalimantan Barat.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan Pemerintah tengah berupaya menggerakkan sektor riil dan fundamental ekonomi, salah satunya lewat hilirisasi. 

"Memang di akhir bulan ini rencananya akan ada kurang lebih 6 proyek hilirisasi yang akan dilakukan groundbreaking," ujar Prasetyo dalam konferensi pers pada Kamis (22/1/2026).

Di antara proyek hilirisasi yang akan dilakukan groundbreaking berada di Kalimantan Barat.

"Selebihnya masih ada kurang lebih 12 lagi bisa di bulan Februari, paling lambat di bulan Maret [untuk groundbreaking]. Semuanya sudah bisa kita mulai," tuturnya.

Sebelumnya, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani mengungkapkan bahwa proyek-proyek yang akan groundbreaking mencakup sektor mineral, energi, hingga bioindustri dengan nilai investasi miliaran dolar AS. Hal tersebut disampaikan Rosan usai menghadiri agenda penyerahan bonus atlet SEA Games ke-33 Thailand 2025 di Istana Negara, Jakarta, pada awal tahun ini (8/1/2026). 

Baca Juga

  • RI Groundbreaking Proyek Peternakan Ayam 28 Januari, Pakai Duit Danantara Rp20 Triliun
  • Oleh-oleh dari Inggris, Prabowo Bawa Investasi Rp90 Triliun hingga Bangun 1.582 Kapal
  • Seskab Teddy Buka-Bukaan Capaian Kunker Prabowo dari Inggris, Apa Saja?

Rosan menyebutkan, salah satu proyek utama adalah pengembangan hilirisasi bauksit dan aluminium. Proyek tersebut antara lain pembangunan refinery aluminium di Mempawah, Kalimantan Barat, serta proyek refinery lainnya di Cilacap, Jawa Tengah, dan Banyuwangi, Jawa Timur. 

“Terkait bauksit, ada refinery aluminium di Mempawah. Kemudian refinery di Cilacap, lalu di Banyuwangi. Totalnya ada lima proyek,” ujar Rosan. 

Selain itu, Rosan memaparkan sejumlah proyek besar yang terkait dengan pengembangan industri berbasis energi dan bahan baku nasional. Untuk proyek dimethyl ether (DME) dan turunannya, terdapat pengembangan smelter alumina di Mempawah dengan nilai investasi sekitar US$2,4 miliar. Kemudian fasilitas produksi smelter grade alumina (SGA) dari bauksit senilai US$890 juta. 

Di sektor energi terbarukan, pemerintah juga mendorong pembangunan fasilitas produksi bioavtur di kilang Cilacap dengan nilai investasi sekitar US$1,1 miliar. Sementara itu, proyek fasilitas kelapa terintegrasi telah berjalan di Morowali dengan nilai investasi sekitar US$100 juta. 

“Pengembangan smelter Alumina, nilainya US$2,4 miliar di Mempawah. Kemudian fasilitas shelter grade aluminum SGA dari Bauksit, nilainya US$890 juta. Lalu, Fasilitas produksi bioavtur, US$1,1 milliar, kilang Cilacap. Kemudian kelapa, fasilitas kelapa terintegrasi, ini sudah jalan di Morowali US$100 juta,” tutur Rosan. 

Rosan juga menyebutkan pengembangan fasilitas bioetanol dengan nilai investasi sekitar US$80 juta, meskipun lokasi proyek tersebut masih dalam tahap finalisasi. Selain itu, terdapat pengembangan lima fasilitas budidaya unggas dari total 12 proyek yang sedang dikerjakan sebagai bagian dari hilirisasi sektor pangan. 

“Iya, hilirisasi unggas termasuk pengolahan dan pemotongan,” tandas Rosan. 


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Menang Lagi, Ada di Posisi Berapa Al Nassr dalam Klasemen Sementara Liga Pro Saudi 2025/2026?
• 16 jam lalutvonenews.com
thumb
Saham Emiten Grup Astra ASII, UNTR, AALI Rebound Sesi I Perdagangan Kamis (22/1)
• 10 jam lalubisnis.com
thumb
Menjelang Pementasan, Musikal Perahu Kertas Rilis Dua Lagu Orisinal Penuh Makna
• 14 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Operasi SAR Pesawat ATR di Pangkep: 9 Korban Ditemukan, Pencarian Berlanjut
• 34 menit lalumerahputih.com
thumb
BMKG Peringatkan Hujan Ekstrem Jakarta, Ini yang Perlu Dilakukan Keluarga
• 2 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.