Jakarta, CNBC Indonesia- Masih panansya ketegangan geopolitik global terkait perang Timur Tengah, Ruisa-Ukraina hingga rencana pencaplokan Greenland oleh Amerika Serikat membuat harga emas terus meroket dan menyentuh level USD 4.800 per troy ons di pasar Spot pada perdagangan Kamis, (22/01/2026).
Chief Operating Officer Sembada Gold, Hendry Wijaya mengatakan ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global hingga konflik Laut China Selatan dan perang dagang sebagai sentimen yang mendorong ketidakpastian global. Imbasnya investor global termasuk Bank Sentral dunia mengincar instrumen safe haven seperti emas.
Di era lonjakan harga emas, Sembada Gold sebagai perusahaan retail dan grosir emas batangan, perhiasan emas & berlian turut mencatatkan lonjakan permintaan emas khususnya emas logam mulia terus meroket.
Seperti apa dampak gejolak global ke investasi emas hingga perak di Indonesia? Selengkapnya simak dialog Serliana Salsabila dengan Chief Operating Officer Sembada Gold, Hendry Wijaya dalam Closing Bell, CNBC Indonesia (Kamis, 22/01/2026)



