REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI berharap para petugas haji yang tergabung dalam Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi tahun 2026 menjaga sikap kedisiplinan selama di Tanah Suci. Inspektur Jenderal Kemenhaj RI Mayjen TNI (Purn) Dendi Suryadi meminta para petugas menerapkan nilai-nilai yang telah ditanamkan saat latihan baris-berbaris atau PBB pada saat pendidikan dan pelatihan (diklat) PPIH.
"Petugas haji ini kan operasional dan practical, jadi perlu dilakukan usaha-usaha salah satunya PBB ini yang bisa mengikis sifat-sifat ego, sikap membangkang, memberontak, dan sikap tidak mau mengikuti perintah seperti merokok sambil berjalan, meludah, dan buang sampah sembarangan," ujar Dendi di hadapan para petugas Media Center Haji (MCH) di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Selasa (20/1/2026).
- Jubir Presiden Jelaskan Alasan RI Gabung Dewan Perdamaian Bentukan Trump
- Gini Cara Stop Overthinking | Special Interview
- 1582 Kapal Nelayan Diproduksi di Indonesia, Serap 600 Ribu Tenaga Kerja
Dendi menekankan bahwa komitmen melayani jamaah haji harus menjadi prioritas utama. Ia memperingatkan agar tidak ada petugas yang melalaikan tanggung jawabnya demi kepentingan pribadi saat berada di Tanah Suci
"Jangan sampai terjadi lagi orang yang hanya menerima honor saja, tapi di Arab Saudi justru menghilang dan tidak melayani jamaah," katanya.
.rec-desc {padding: 7px !important;}Dendi menekankan kepada para petugas haji bahwa di manapun terdapat nilai-nilai lokal yang harus dihormati. Ia juga mengimbau para petugas, terutama yang ada di bagian perlindungan jamaah (linjam), tidak terlalu banyak melayani para tamu VIP.
Ia juga menekankan para petugas memiliki kesadaran kolektif untuk berlaku disiplin. "Harus ada kesadaran kolektif seperti tidak meninggalkan hotel dalam keadaan air menyala, AC menyala. Hal-hal seperti itu terlihat kecil, tapi yang seperti itu ingin kita tularkan, dan kita harapkan ada pada petugas," katanya.
Dendi menegaskan, Kemenhaj telah membuat indikator keberhasilan tahun ini yakni mengurangi jamaah haji yang meninggal maupun hilang. Tahun 2025 lalu, angka kematian jamaah haji mencapai 443 orang. Sedangkan pada tahun 2024 angka kematian mencapai 461 orang.
"Memang itu (kematian) bukan sesuatu yang bisa kita kontrol sepenuhnya, tapi kalau bisa nol angka kematian dan nol jamaah hilang. Oleh karena itu kami siapkan mitigasi dan manajemen risiko yang bisa kita terapkan untuk mencegah jamaah hilang," kata Dendi.



:strip_icc()/kly-media-production/medias/5478686/original/060372200_1768911268-133908.jpg)
