JAKARTA, DISWAY.ID - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi buka suara soal bergabungnya Indonesia ke Dewan Perdamaian buatan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Pras menyampaikan bahwa Indonesia pada prinsipnya terbuka untuk bergabung apabila memang diminta secara resmi.
“Indonesia akan bergabung kalau memang diminta untuk bergabung,” ujar dia di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis, 22 Januari 2026.
Meski demikian, ia belum mengetahui apakah Indonesia sudah resmi masuk ke dewan perdamaian.
BACA JUGA:Menuju Kursi Deputi Gubernur BI, Istana Kantongi Tiga Nama Calon, Ada Nama Thomas Djiwandono
"Secara formilnya nanti kami cek ya formilnya ya. Tapi kalau secara kehendak, tentunya Bapak Presiden akan mempertimbangkan untuk bergabung," jelas dia.
Menurut Mensesneg, pertimbangan utama Presiden Prabowo bukan semata keanggotaan dalam suatu forum, melainkan tujuan yang ingin dicapai dari keikutsertaan Indonesia, yakni mendorong percepatan perdamaian di Gaza.
“Yang penting kan tujuannya, tujuannya adalah mempercepat proses perdamaian di Gaza,” imbuhnya.
BACA JUGA:Ada Demo Mahasiswa di Istana dan DPR, Polisi Kerahkan 1.289 Personil untuk Pengamanan
Sebelumnya, Indonesia resmi masuk ke Dewan Perdamaian yang dibentuk oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Selain Indonesia, ada juga negara-negara muslim lainnya yang masuk ke Dewan Perdamaian.
"Menteri Luar Negeri Republik Turkiye, Republik Arab Mesir, Kerajaan Hashemite Yordania, Republik Indonesia, Republik Islam Pakistan, Negara Qatar, Kerajaan Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab menyambut baik undangan yang disampaikan kepada para pemimpin mereka oleh Presiden Amerika Serikat, Donald J. Trump, untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian," tulis Kemenlu dalam unggahan media sosial X, Kamis, 22 Januari 2026.
BACA JUGA:Buruh Demo Lagi di Depan Istana, Pramono Klaim Bukan Protes UMP Jakarta
Para Menteri menegaskan kembali dukungan negara mereka terhadap upaya perdamaian yang dipimpin oleh Presiden Trump, dan menegaskan kembali komitmen negara mereka untuk mendukung pelaksanaan misi Dewan Perdamaian sebagai pemerintahan transisi.
Para Menteri menegaskan kembali dukungan negara mereka terhadap upaya perdamaian yang dipimpin oleh Presiden Trump, dan menegaskan kembali komitmen negara mereka untuk mendukung pelaksanaan misi Dewan Perdamaian sebagai pemerintahan transisi.
- 1
- 2
- »





