Karpet Merah Argentina untuk Mobil Listrik China

kompas.id
6 jam lalu
Cover Berita

Satu per satu kendaraan keluar dari dalam kapal kargo BYD Changzhou saat kapal kargo asal China itu membongkar muatannya di Pelabuhan Zárate, Buenos Aires, Argentina, Selasa (20/1/2026). Kapal yang bertolak dari Singapura itu mengangkut lebih dari 5.800 kendaraan listrik dan hibrida.

Kedatangan kapal kargo ke Argentina itu merupakan salah satu langkah cepat raksasa otomotif China, BYD, melakukan ekspor dan menurunkan harga di bawah harga pesaing lainnya di seluruh dunia.

Persaingan harga ini tidak hanya membuat Amerika Serikat (AS) khawatir, tapi juga mengganggu raksasa otomotif Barat lainnya dan Jepang, serta membuat industri lokal di seluruh Asia Tenggara, Afrika, dan Amerika Latin gelisah.

​Pemandangan banyaknya kendaraan listrik baru buatan China yang memenuhi pelabuhan itu tampaknya menjadi hal baru yang belum pernah terjadi di Argentina. Bertahun-tahun Argentina didominasi oleh gerakan populis sayap kiri yang melindungi industri lokal dengan tarif yang ketat dan pembatasan impor.

”Selama beberapa dekade, orang-orang di Argentina memiliki visi bahwa segala sesuatu di sini harus diproduksi di sini,” kata Claudio Damiano, seorang profesor di Institut Transportasi di Universitas Nasional San Martín, Argentina. ”Kapal kargo itu juga memiliki nilai simbolis sebagai langkah pertama bagi BYD,” tambahnya.

Argentina dikenal sebagai salah satu negara dengan ekonomi paling tertutup di kawasan. Di bawah pengaruh kuat Kirchnerisme, gerakan politik yang dibentuk oleh mantan Presiden Cristina Fernández de Kirchner dan mendiang suaminya, mantan Presiden Néstor Kirchner, Argentina menganggap perdagangan global sebagai salah satu kekuatan yang merusak.

Néstor Kirchner berkuasa di Argentina pada 2003-2007 sebelum kemudian digantikan istrinya Cristina Fernández de Kirchner pada 2007-2015. Cristina juga sempat menjadi Wakil Presiden saat Presiden Alberto Fernández menjabat pada 2019-2023.

Selama periode itu Argentina menghadapi banyak tekanan ekonomi, salah satunya inflasi yang tinggi. Nilai mata uang peso yang terus terdepresiasi dan pajak yang sangat tinggi telah membatasi pilihan konsumen. Kondisi itu memaksa warga Argentina yang kaya untuk menyelundupkan barang mewah dan mahal seperti iPhone dan produk Zara ke negara itu ketika mereka kembali dari liburan di luar negeri.

Muak dengan siklus krisis ekonomi, rakyat Argentina akhirnya mendukung Presiden libertarian radikal Javier Milei ke tampuk kekuasaan pada tahun 2023. Milei mengecam Kirchnerisme, dan bersumpah untuk mengubah pengaruh penguasa sebelumnya. Ia juga memuji Presiden AS Donald Trump sebagai teman satu ideologi.

Baca JugaBYD EV Terlaris 2025, Tesla Ganti Strategi

Sementara Trump melancarkan perang dagang, Milei justru membuka pintu Argentina untuk impor, memangkas hambatan perdagangan, mengurangi birokrasi bea cukai, dan memperkuat mata uang lokal untuk membuat barang-barang asing lebih terjangkau.

Tahun lalu Argentina mencatatkan peningkatan impor sebesar 30 persen lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Salah satu barang impor yang mudah dijumpai di rumah-rumah warga Argentina adalah alat pembuat busa susu seharga 3 dolar AS dan gaun seharga 10 dolar AS yang berasal dari pengecer daring dari Asia seperti Temu dan Shein.

Kini, produsen mobil China yang dulu tercekik oleh bea masuk sebesar 35 persen, memanfaatkan langkah baru Argentina untuk mengizinkan 50.000 mobil listrik dan hibrida masuk ke negara itu tahun ini tanpa tarif. Pengiriman pertama mobil listrik dan hibrida tiba di Pelabuhan Zárate pada Senin (19/1/2026) setelah perjalanan 23 hari dari Singapura.

BYD dan merek mobil China lainnya perlahan mulai mengambil alih pasar. Kini, merek-merek tersebut berada di posisi terbaik untuk menuai keuntungan dari kuota tarif nol Milei untuk kendaraan listrik.

​”Produsen China memiliki teknologi dan kemampuan untuk memenuhi batasan harga yang ditetapkan oleh pemerintah. China telah memenangkan perlombaan,” kata Andrés Civetta, ekonom yang mengkhususkan diri di sektor otomotif di perusahaan konsultan Argentina Abeceb.

Namun Argentina sebenarnya masih jauh tertinggal dari negara-negara tetangganya dalam mengembangkan industri kendaraan listriknya, kata Pablo Naya, pendiri Sero Electric, satu-satunya produsen mobil listrik lokal Argentina.

Jaringan listrik negara yang sudah tua sama sekali belum siap untuk melayani gelombang mobil listrik yang akan membebani listrik secara massal. Dan saat ini jika terjadi masalah pada mobil listrik buatan China di jalan, belum ada pusat layanan atau diler yang mampu melakukan perbaikan.

Dalam Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, Presiden Milei menyampaikan kepada para pemimpin ekonomi dan politik dunia bahwa langkah-langkah deregulasi yang diambilnya memungkinkan Argentina untuk mengembalikan ekonomi yang lebih efisien. Milei juga menyatakan, ”Ini adalah MAGA, make Argentina great again”. (AP)

Baca JugaMobil-mobil China Mulai Kuasai Jalanan Kerajaan Inggris
Baca JugaDebut BYD di Ajang IIMS 2024


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kontroversi Photobooth GlamBOT
• 9 jam lalubeautynesia.id
thumb
Profil Farida Nurhan yang Putuskan Jual Akun YouTube Rp 10 Miliar, Mantan TKW yang Sukses Jadi Konten Kreator
• 10 jam lalugrid.id
thumb
Menko PM Cak Imin Dorong Peran Sarjana NU Berdayakan Masyarakat
• 4 jam laludetik.com
thumb
Beri Perlindungan PMI, KP2MI Bersama Mabes Polri Buat MOU
• 17 jam lalurealita.co
thumb
Angin Puting Beliung Terjang Banyumas, 63 Rumah Rusak Parah hingga Roboh
• 4 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.