Liputan6.com, Jakarta - Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq memastikan Pemerintah Indonesia dan Inggris telah memperkuat pembiayaan alam berkelanjutan, untuk wilayahnya berada di Provinsi Aceh guna menjadi model percontohan.
Dalam pernyataannya tersebut, Hanif menyampaikan bahwa kemitraan dengan Inggris merupakan platform vital untuk memperkuat kapasitas nasional dalam perlindungan keanekaragaman hayati dan juga pengembangan dalam pembiayaan alam berkelanjutan.
Advertisement
"Perlindungan alam bukan penghambat pembangunan, melainkan fondasi bagi ketahanan ekonomi dan kesejahteraan jangka panjang bangsa," kata Menteri LH Hanif Faisol Nurofiq dikutip dari Antara, Kamis (22/1/2026).
Pernyataan visit tersebut disampaikan dalam Forum internasional bertajuk “Building a Nature First Economy in Indonesia: Advancing Sustainable Nature Finance in Aceh and Beyond” yang diselenggarakan di Inggris.
Forum ini menjadi ajang strategis yang mempertemukan pemangku kebijakan, investor hijau global, dan pakar lingkungan untuk merumuskan solusi konkret dalam memobilisasi dana swasta dan publik bagi agenda iklim.
Dalam diskusi tersebut, dibahas pula mengenai potensi besar pasar karbon Indonesia dan bagaimana mekanisme Nature First Economy dapat menjadi solusi ganda, memitigasi emisi karbon global sekaligus meningkatkan taraf hidup masyarakat sekitar hutan.
Jika model pembiayaan di Aceh ini terbukti sukses, skema serupa rencananya akan direplikasi secara luas ke provinsi-provinsi lain di Indonesia yang memiliki tutupan hutan luas, seperti Kalimantan dan Papua, menjadikan Indonesia sebagai pemimpin global dalam ekonomi berbasis alam.




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5479877/original/074988400_1768994040-Persik2.jpg)