JAKARTA, DISWAY.ID-- Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) mengumumkan aksi mogok massal selama tiga hari di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).
Mogok dagang tersebut terhitung mulai hari ini, Kamis hingga Sabtu, tanggal 22-24 Januari 2026.
BACA JUGA:Tiang Listrik Roboh di Lintasan Maja–Tigaraksa, KAI Commuter Rekayasa Operasi KRL Rangkasbitung
BACA JUGA:Masjid di Serang Ambruk Saat Renovasi, 1 Orang Meninggal Dunia
Gerakan mogok berjualan ini berlaku bagi pedagang daging yang berjualan di seluruh pasar tradisional dan Rumah Potong Hewan (RPH) di wilayah Jabodetabek.
Alasan utama mogok dagang ini dipicu oleh melambungnya harga sapi timbang hidup dari pihak feedlotter.
Selain itu, APDI menyoroti harga karkas di RPH yang terus terus mengalami kenaikan di tengah merosotnya daya beli masyarakat.
Ketua DPD APDI DKI Jakarta, Wahyu Purnama, mengatakan, aksi ini merupakan bentuk keprihatinan atas pemerintah yang tidak dapat menjamin kestabilan harga.
BACA JUGA:6 Korban Pesawat ATR 24-500 Ditemukan Tim SAR, Basarnas: Evakuasi Terkendala Cuaca
BACA JUGA:Perkiraan Jadwal Libur Sekolah Ramadhan 2026 di Berbagai Daerah Indonesia
"Dalam rangka menjaga eksistensi dan menciptakan lingkungan yang kondusif dalam APDI," kata Wahyu melalui keterangan tertulis dikutip Kamis, 22 Januari 2025.
Menanggapi aksi mogok tersebut, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meyakini, para pedagang daging sapi tetap berjualan secara normal.
"Memang ada keinginan, tetapi saya yakin tetap berjualan di Jakarta," ujar Pramono di Jakarta Barat.
Pramono mengatakan, tidak ada hak asosiasi melarang pedang daging sapi untuk mogok berjualan.
"Tidak semua asosiasi bisa melarang anggotanya untuk berjualan," tegasnya.
- 1
- 2
- 3
- »




