Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menargetkan penyelesaian divestasi 10 persen saham PT Freeport Indonesia untuk Pemerintah Daerah di Papua rampung pada kuartal I 2026.
Bahlil Lahadalia usai bertemu dengan Gubernur Papua, Mathius Derek Fakhiri pada Rabu (21/1). Dalam pertemuan tersebut, Bahlil menyebut pembahasan difokuskan pada kepemilikan saham Papua di Freeport yang selama ini menjadi perhatian pemerintah pusat dan daerah.
“Kemarin Gubernur Papua ketemu sama saya Selain beliau Gubernur, juga adalah Ketua Umum Partai Golkar Provinsi Papua. Kami membahas beberapa soal, termasuk dalamnya adalah persoalan saham Papua di Freeport yang 10 persen dalam waktu dekat kami akan segera menyelesaikan," ujar Bahlil saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Kamis (22/1).
Saat ditanya mengenai target waktu penyelesaian divestasi tersebut, Bahlil menegaskan prosesnya bakal selesai dalam waktu dekat. "Insyaallah, selesai, selesai (kuartal I 2026)," ujar Bahlil.
Rencana divestasi saham ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto, melalui Gubernur Papua Tengah Meki Fritz dalam acara Peluncuran Rencana Aksi Percepatan Pembangunan Papua (RAPPP) Tahun 2025-2029, yang digelar di Istana Negara, Selasa (16/12).
Dalam implementasinya, Prabowo meminta para gubernur di wilayah Papua untuk duduk bersama dan berdiskusi terkait mekanisme, serta pembagian jatah divestasi saham tersebut agar bisa dikelola secara adil dan transparan.




