2,7 Juta Warga Kesulitan Dapat Kerja, Sandiaga Uno: Ini Adalah Peringatan

fajar.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

FAJAR.CO.ID,JAKARTA — Mantan Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Sandiaga Uno ikut menyorot polemik besar yang terjadi di Indonesia.

Ini berkaitan dengan susahnya atau sulitnya warga Indonesia untuk mendapatkan pekerjaan.

Lewat cuitan di akun media sosial X pribadinya, Sandiaga Uno menyampaikan pendapatnya.

Ia menyebut ada sekitar 2,7 juta warga yang saat ini masih dalam proses mencari pekerjaan.

Dan beberapa diantaranya sudah mulai kehilangan harapan untuk mendapatkan pekerjaan tersebut.

Walaupun dari 2,7 juta para pencari kerja ini mereka sedang memperjuangkan harapan.

Harapan-harapan yang tentunya dibawa dari keluarga, mimpi, masa depan yang terus diperjuangkan.

“2,7 juta warga Indonesia hari ini sedang mencari pekerjaan, dan sebagian mulai kehilangan harapan,” tulisnya dikutip Kamis (22/1/2026).

“Di balik angka itu, ada keluarga, mimpi, masa depan yang menunggu untuk diperjuangkan,” ungkapnya.

Sandiaga Uno pun menyebut angka yang mencapai 2,7 juta pencari kerja ini tentunya bukan cuma sekedar data statistik.

Menurutnya ini adalah Pekerjaan Rumah terbesar untuk Pemerintah saat ini.

Dimana, Pemerintah diharapkan agar segera bisa menemukan solusi dari berbagai sisi untuk memudahkan warga mendapatkan pekerjaan.

“Ini bukan sekadar statistik, ini adalah peringatan. Pemerintah dan dunia usaha harus berjalan seiring untuk membuka lebih banyak peluang pekerjaan,” terangnya.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa jumlah angkatan kerja mengalami peningkatan sebesar 1,89 juta orang per Agustus 2025 mencapai 154 juta orang. Dari jumlah tersebut, tercatat sebanyak 146,54 juta orang di antaranya telah bekerja.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh. Edy Mahmud, dalam rilis BPS menyampaikan jumlah penduduk yang bekerja bertambah sekitar 1,90 juta orang dibandingkan dengan bulan Agustus 2024.

Jika dirinci, penduduk yang bekerja terdiri dari yang pertama pekerja penuh sebanyak 98,65 juta orang atau bertambah sekitar 0,20 juta orang. Sementara pekerja paruh waktu sebanyak 36,29 juta orang bertambah 1,66 juta orang, sedangkan mereka yang masuk dalam kategori setengah pengangguran sebanyak 11,60 juta orang atau bertambah 0,04 juta orang.

“Angkatan kerja yang tidak terserap pasar kerja menjadi pengangguran yaitu sebesar 7,46 juta orang atau menurun sekitar 4.000 orang dibandingkan dengan bulan Agustus 2024,” kata Edy November lalu.

Selanjutnya, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) tercatat turun. TPAK pada bulan Agustus 2025 sebesar 70,59 persen atau lebih rendah jika dibandingkan dengan bulan Agustus 2024 yang mencapai 70,63 persen.

Jika dibedakan menurut jenis kelamin, TPAK laki-laki lebih tinggi dari TPAK perempuan. TPAK laki-laki mencapai 84,40 persen, sementara TPAK perempuan mencapai 56,63 persen.

Meskipun begitu, TPAK laki-laki menurun, sementara TPAK perempuan meningkat jika dibandingkan dengan bulan Agustus 2024. Di sisi lain, pada Agustus 2025 terdapat sebanyak 7,46 juta penganggur atau setara dengan tingkat pengangguran terbuka sebesar 4,85 persen.

Angka ini tercatat lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. “Jika dirinci, penurunan tingkat pengangguran terbuka dibandingkan Agustus tahun lalu terjadi baik pada penduduk laki-laki maupun perempuan, serta di wilayah perkotaan maupun di wilayah perdesaan,” jelasnya.

Selanjutnya, Edy juga menyampaikan bahwa penduduk bekerja menurut tingkat pendidikannya, pada Agustus 2025 sebesar 13,06 persen penduduk yang bekerja mereka berpendidikan tinggi, yaitu diploma ke atas.

Sementara itu, sebanyak 34,75 persen penduduk bekerja merupakan mereka yang berpendidikan SD ke bawah, sehingga BPS mencatat bahwa pekerja berpendidikan rendah masih mendominasi penduduk yang bekerja di Indonesia.

“Jika dibandingkan dengan bulan Agustus tahun lalu, persentase pekerja pendidikan sekolah dasar ke bawah menurun, sementara pekerja pendidikan diploma ke atas justru sebaliknya menjadi meningkat,” pungkasnya. (Erfyansyah/fajar)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pedagang Daging Batal Mogok Tiga Hari Usai Kesepakatan dengan Pemerintah
• 2 jam lalukatadata.co.id
thumb
Pesawat Gangguan Teknis Saat Menuju Davos, Trump Balik ke AS
• 17 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Jakarta Dikepung Banjir, Transjakarta Perpendek dan Alihkan Sejumlah Rute
• 45 menit lalumerahputih.com
thumb
Jadwal Indonesia Masters 2026, Kamis 22 Januari: Ada 3 Perang Saudara, Fajar/Fikri vs Leo/Bagas
• 16 jam lalutvonenews.com
thumb
Jangan Salah Paham, Ini Beda Best Before, Use By dan Expiry Date pada Makanan
• 9 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.