Gus Hilmi: Tidak Ada yang Hentikan Trump, Dunia Bisa Menuju Bencana

fajar.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Cendekiawan Nahdlatul Ulama (NU), Gus Hilmi Firdausi, menyinggung sikap mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang terkesan kian agresif di panggung global.

Pernyataan tersebut disampaikan Gus Hilmi merespons unggahan peta Amerika Serikat yang disebut mencakup wilayah Greenland, Kanada, hingga Venezuela.

Dikatakan Gus Hilmi, sikap tersebut berpotensi memicu eskalasi konflik internasional jika tidak ada pihak yang mampu mengendalikan.

“Ini orang kalau ga ada yg bisa berhentiin, Perang Dunia 3 kayaknya gak akan lama lagi,” ujar Gus Hilmi di X @hilmi28 (22/1/2026).

Ia bahkan mengaitkan situasi global yang memanas itu dengan kekhawatiran bernuansa keagamaan, membayangkan kemungkinan datangnya masa-masa penuh kekacauan.

“Duh kebayang kan nanti gimana saat Dajjal turunk,” lanjutnya.

Tidak berhenti di situ, Gus Hilmi menyampaikan doa agar umat manusia dilindungi dari kehancuran akibat konflik dan peperangan besar.

“Yaa Rabb, lindungi kami semua dari kebinasaan,” tandasnya.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menjadi sorotan internasional setelah membagikan sebuah gambar peta hasil kecerdasan buatan yang menggambarkan wilayah Amerika Serikat seolah meluas hingga mencakup Greenland, Kanada, dan Venezuela.

Unggahan tersebut muncul di platform Truth Social pada Selasa (20/1/2026), di saat hubungan Washington dengan sejumlah negara Eropa tengah berada dalam fase tegang.

Peta itu langsung memicu beragam tafsir karena menampilkan perluasan teritorial Amerika Serikat yang ekstrem, memasukkan wilayah negara berdaulat lain ke dalam satu kesatuan visual.

Dalam gambar yang beredar, Trump terlihat duduk di samping peta versi Amerika Serikat Raya sambil berbincang dengan beberapa pemimpin Eropa.

Foto tersebut diyakini merupakan hasil manipulasi AI dari pertemuan para pemimpin dunia yang berlangsung di Washington DC pada Agustus 2025.

Pertemuan itu sebelumnya dihadiri Presiden Prancis Emmanuel Macron, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, serta Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen.

Saat itu, Trump juga diketahui tengah melakukan percakapan telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, sebuah momen yang sempat menyita perhatian publik global.

Namun dalam unggahan terbarunya, perhatian publik justru tertuju pada peta yang menggambarkan wilayah negara lain seolah telah “diintegrasikan” ke dalam Amerika Serikat.

Sejak kembali menduduki kursi kepresidenan pada Januari 2025, Trump memang kerap melontarkan pernyataan bernada ekspansif.

Ia sebelumnya menyebut Kanada sebagai kandidat negara bagian ke-51 Amerika Serikat, serta pernah mengunggah visual yang menyebut dirinya sebagai “Penjabat Presiden Venezuela” setelah Amerika Serikat menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

Dalam konteks yang sama, ambisi Trump terhadap Greenland kembali mencuat.

Wilayah otonom yang berada di bawah naungan Denmark itu dinilai Trump memiliki nilai strategis tinggi bagi kepentingan keamanan nasional Amerika Serikat.

Ia bahkan beberapa kali menyatakan tidak menutup kemungkinan penggunaan kekuatan militer demi merealisasikan ambisi tersebut. (Muhsin/fajar)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
RI-Inggris Wujudkan Komitmen Bangun Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan
• 16 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Ketegasan Prabowo soal Perdamaian: Ingin Jadi Teman Semua, Tak Punya Musuh
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Sinopsis JEJAK DUKA DIANDRA SCTV Episode 19, Hari Ini Kamis 22 Januari 2026: Diandra Menghilang Bersama Jupiter
• 8 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Bahlil beri izin sebagian sumur rakyat untuk dongkrak lifting minyak
• 11 jam laluantaranews.com
thumb
Update Pesawat ATR 42-500 Jatuh di Pangkep, Tim DVI Identifikasi Jenazah Ketiga
• 7 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.