jpnn.com, JAKARTA - Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan soal Indonesia yang akan bergabung dengan Dewan Perdamaian Gaza bentukan Presiden AS Donald Trump.
Menurut Prasetyo, keputusan bergabung tersebut karena Presiden Prabowo Subianto mempertimbangkan tujuan Indonesia dalam hal perdamaian.
BACA JUGA: Prabowo Perintahkan Bentuk Tim Kajian Terkait Banjir Jakarta
Tujuan utama bergabung, yaitu untuk mempercepat proses perdamaian di Gaza, Palestina.
“Kalau secara kehendak ya tentunya Bapak Presiden akan mempertimbangkan untuk bergabung karena yang penting kan tujuannya, tujuannya adalah mempercepat proses perdamaian di Gaza,” ujar Prasetyo di Istana Negara, pada Kamis (22/1).
BACA JUGA: Prabowo Pantau Banjir Jakarta dari Luar Negeri, Ini Perintahnya
Sebelumnya, Indonesia memutuskan akan bergabung dengan Dewan Perdamaian Gaza bentukan Presiden AS Donald Trump untuk mendukung stabilitas di Palestina.
Keputusan tersebut tertuang dalam pernyataan bersama Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono dan para menlu dari tujuh negara lainnya — Turki, Mesir, Yordania, Pakistan, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab — yang diunggah Kementerian Luar Negeri RI di media sosial pada Kamis (22/1).
BACA JUGA: Indonesia Gabung Dewan Perdamaian Gaza Bentukan Donald Trump, Legislator Dave Laksono Beri Catatan
"Para menteri mengumumkan keputusan bersama negara-negara mereka untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian," sebut pernyataan itu.
Pemerintah negara-negara itu akan segera menandatangani dokumen keikutsertaan sesuai prosedur hukum nasional.
Mereka, termasuk Indonesia, menyatakan dukungan terhadap upaya perdamaian yang diinisiasi Trump dan akan mendorong Dewan Perdamaian memainkan perannya sebagai "otoritas sementara" di Jalur Gaza, Palestina. (mcr4/jpnn)
Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:
BACA ARTIKEL LAINNYA... Indonesia Gabung Dewan Perdamaian Gaza di Bawah Pimpinan Donald Trump
Redaktur : Elfany Kurniawan
Reporter : Ryana Aryadita Umasugi




