Setelah Kulon Progo, Kini Belasan Ternak di Bantul Terjangkit PMK

metrotvnews.com
18 jam lalu
Cover Berita

Bantul: Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), mencatat belasan kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak di wilayah tersebut. Sebagian besar hewan yang terinfeksi masih dalam kondisi sakit.

"Sistem Informasi Kesehatan Hewan Nasional (ISIKHNas) ada 16 kasus PMK sejak awal bulan ini," kata Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP Bantul, Novriyeni dihubungi, Kamis, 22 Januari 2026. 

Ia menjelaskan kasus PMK tersebar di enam kecamatan, yakni Bambanglipuro, Imogiri, Pandak, Pleret, Pundong, dan Sanden. Kecamatan Imogiri terdapat lima kasus; Kecamatan Pleret empat kasus; Kecamatan Bambanglipuro, Pundong, dan Sanden masing-masing dua kasus; serta Kecamatan Pandak satu kasus. 
 

Baca Juga :

 
Puluhan Sapi di Kulon Progo Diduga Terjangkit PMK
 
"Dari sebaran kasus itu ada dua kasus sembuh berada di Desa Selopamioro, Kecamatan Imogiri," katanya. 
 
Sejak kasus terdeteksi, Novriyeni mengungkapkan jajarannya telah mengedarkan surat imbauan kewaspadaan di seluruh desa yang tersebar di 17 kecamatan. Mereka juga melakukan pengawasan langsung di lokasi sebaran kasus maupun area yang berisiko tinggi.

"Pengawasan juga kami optimalkan di Pasar Hewan Imogiri serta pada lalu lintas ternak antardaerah, karena titik-titik tersebut berisiko menjadi jalur penyebaran," kata dia. 


Ilustrasi pemeriksaan ternak sapi di Pasar Hewan Ambarketawan, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman. Metrotvnews.com/Ahmad Mustaqim


Ia mengungkapkan PMK merupakan penyakit mudah menular melalui beragam cairan yang dikeluarkan pada ternak. Selain itu, ternak menjadi tidak nafsu makan dan minum sehingga perlu pengawasan ketat. 

"DKPP Kabupaten Bantul juga menyiapkan program vaksinasi PMK tahap I pada Januari hingga Maret 2026 dengan target 6.000 dosis," ucapnya. 

Sebelumnya, dilaporkan ada 39 ekor sapi di Kabupaten Kulon Progo yang menunjukkan gejala PMK yang tersebar di Kecamatan Lendah, Temon, dan Wates. Pemerintah setempat telah memperketat pengawasan arus keluar-masuk ternak untuk mencegah penyebaran lebih luas.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
WEF 2026: Prabowo Sebut Danantara Bakal Rasionalisasi 1.044 BUMN Demi Efisiensi
• 17 jam lalumetrotvnews.com
thumb
5 Makanan yang Dilarang Ada di Meja saat Kumpul Bersama Keluarga di Imlek 2026, Konon Bisa Bawa Sial
• 22 jam lalugrid.id
thumb
Menanti Keputusan Bank Of Japan, Bursa Asia Mayoritas Menguat
• 11 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Prabowo di WEF Davos: Program Efisiensi Hemat Rp 302 T, Utamakan Kesejahteraan
• 12 jam lalukatadata.co.id
thumb
Prabowo Jamin Stabilitas Politik dan Hukum Indonesia untuk Tarik Investasi Asing
• 11 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.