Dokter Forensik Ungkap Luka Fatal Penyebab Kematian Brigadir Nurhadi

jpnn.com
17 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com - Seorang dokter forensik dari Universitas Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) dr Arfi Syamsun mengungkap kondisi luka penyebab kematian Brigadir Muhammad Nurhadi, dalam sidang lanjutan kasus pembunuhan anggota polisi itu di Pengadilan Negeri Mataram, Kamis (22/1/2026).

Arfi pada awal memberikan kesaksian dalam kapasitas sebagai ahli dalam perkara tersebut menyampaikan ke hadapan majelis hakim bahwa dirinya melakukan autopsi jenazah Brigadir Nurhadi atas permintaan penyidik Polda NTB pada 1 Mei 2025.

BACA JUGA: Mbak Misri Melihat Brigadir Nurhadi Mencium Meylani Putri

"Itu sekitar dua pekan setelah kejadian. Saya melakukan autopsi dari proses ekshumasi pada tanggal 1 Mei 2025," ujarnya.

Arfi Syamsun menunjukkan data autopsi jenazah Brigadir Nurhadi ke hadapan majelis hakim yang diketuai Lalu Moh. Sandi Iramaya.

BACA JUGA: Ada Anak Menganiaya Ibu Kandung di Kediri, Astaga

Dia memeriksa luka-luka yang ada di sekujur jasad anggota Bidang Propam Polda NTB tersebut, baik yang nampak dari luar maupun dalam jasad.

"Luka-luka yang saya lihat dari pemeriksaan luar itu ada yang luka memar dan ada luka lecet tekan," ujarnya.

BACA JUGA: Bantahan Dian Sandi soal Ijazah Jokowi Ada 6 Versi

Untuk pemeriksaan bagian dalam, Arfi Syamsun memeriksa pada bagian otak dan paru-paru korban, mengingat Nurhadi sempat tenggelam di dasar kolam kecil sebelum akhirnya dinyatakan meninggal.

Arfi menyebut ada temuan luka fatal yang diduga menjadi pemicu Nurhadi meninggal, yakni pendarahan pada bagian leher belakang dan patah tulang lidah.

"Kalau otaknya sudah seperti bubur, hitam pekat. Dalam paru-paru ada resapan air, kalau tulang rusuk normal," ucap dia.

Arfi menyampaikan hal tersebut berdasarkan hasil uji sampel yang diambil pada seluruh organ dalam dengan merujuk hasil visum pertama.

"Sampel paru-paru, sampel otak, ginjal, hati, semua saya ambil dan lakukan pemeriksaan di kampus. Sepekan kemudian hasilnya keluar," kata Arfi.

Dengan hasil pemeriksaan tersebut, ia menyimpulkan bahwa Nurhadi meninggal akibat kemasukan air dalam saluran pernapasan.

"Saya mengatakan sebab kematiannya adalah masuknya air ke dalam paru-paru atau tenggelam, itu yang saya bahasakan," ujarnya.

Ia juga menyatakan dalam berita acara pemeriksaan bahwa Nurhadi meninggal akibat adanya perbuatan kekerasan akibat benturan dari benda tumpul pada area leher bagian belakang dan kepala.

"Yang fatal itu patah tulang lidah dan pendarahan di leher belakang," ucap Arfi.(ant/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Prabowo di Davos: Indonesia Tutup 1.000 Tambang Ilegal, Tak Ada Kompromi untuk Pelanggar Hukum
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Anak ke-4 Meninggal Dunia, Rizal Armada: Kami Ikhlas, Kami Ridho
• 2 jam lalugrid.id
thumb
Tes Kepribadian: Gambar Pertama yang Dilihat Bisa ‘Bongkar’ Rahasia Hidupmu
• 22 jam lalubeautynesia.id
thumb
Masih Gangguan Tiang Listrik, KRL Rangkasbitung Lintas Tigaraksa-Maja Beroperasi Satu Jalur
• 7 jam laluidxchannel.com
thumb
Menlu: Dewan Perdamaian Gaza Akui Peran Diplomasi Indonesia
• 6 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.