Kemenhaj Siapkan Skema Baru, Petugas yang Pernah Berhaji Langsung Disiagakan di Mina

idxchannel.com
2 jam lalu
Cover Berita

Demi memaksimalkan pelayanan di puncak haji, petugas yang sudah pernah haji akan langsung ditempatkan di Mina.

Kemenhaj Siapkan Skema Baru, Petugas yang Pernah Berhaji Langsung Disiagakan di Mina (FOTO:iNews Media Group)

IDXChannel — Kementerian Haji dan Umrah menyiapkan skema baru dalam pelaksanaan ibadah haji 1447 H/2026 M. 

Demi memaksimalkan pelayanan di puncak haji, petugas yang sudah pernah haji akan langsung ditempatkan di Mina.

Baca Juga:
Presiden Prabowo Perintahkan Para Menteri Susun Grand Design untuk Selesaikan Masalah Banjir Jawa

Kepala Satuan Operasional (Kasatop) Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna) 2025, Harun Al Rasyid mengatakan langkah ini merupakan bagian dari strategi penguatan layanan di kawasan Armuzna, khususnya Mina yang menjadi titik krusial pergerakan jamaah.

“Rencana tahun ini, petugas baik dari unsur perlindungan jamaah (linjam) maupun layanan lainnya yang sudah berhaji akan langsung kita tempatkan dari pemondokan di Makkah menuju Mina,” ujar Harun dikutip Kamis (22/1/2025).

Baca Juga:
Tim Sar Masih Proses Evakuasi 6 Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500

Penempatan tersebut dilakukan seiring dengan pergerakan jamaah dari Makkah menuju Arafah. Dengan demikian, petugas telah lebih dulu bersiaga di Mina untuk menyambut dan memantau arus jamaah saat bergerak dari Arafah ke Muzdalifah hingga ke Mina.

Menurut Harun, langkah ini akan membuat pemantauan dan bantuan kepada jamaah jauh lebih efektif. “Sehingga pos-pos yang menjadi tanggung jawab petugas PPIH bisa maksimal dalam melakukan pemantauan, peninjauan, dan memberikan bantuan yang dibutuhkan jamaah,” kata dia.

Baca Juga:
Kasus Bupati Pati Sudewo, Uang Rp2,6 Miliar Dikirim Pakai Karung

Pada pelaksanaan haji tahun ini, petugas PPIH akan mengisi 10 pos layanan di Mina serta 10 pos di jalur yang dilalui jamaah. Selain itu, petugas linjam dan petugas lainnya juga akan disiagakan pada Mobile Crisis Rescue (MCR) di kawasan Jamarat, khususnya di lantai atas dan lantai 3 yang terdiri dari 5 pos.

“Jarak antara tenda Mina dengan pos di Jamarat cukup jauh. Karena itu, petugas sudah kita tempatkan langsung di lokasi agar saat jamaah tiba, petugas sudah siap dan tenaga mereka tidak terkuras,” kata Harun.

Ia menegaskan, pada malam pertama jemaah bergerak dari Muzdalifah menuju Mina lalu menuju Jamarat, potensi kepadatan dan kelelahan sangat tinggi. Kondisi tersebut memungkinkan jamaah membutuhkan pertolongan dengan cepat.

“Di situlah kita anggap lebih efektif jika petugas yang sudah berhaji ditempatkan langsung di pos-pos tersebut,” ujarnya.

Kebijakan ini, merupakan hasil evaluasi dari penyelenggaraan haji tahun-tahun sebelumnya. 

Meski secara umum pelaksanaan sudah berjalan baik, Kementerian Haji dan Umrah terus melakukan penyempurnaan. “Yang kemarin dirasa belum efektif, tahun ini kita efektifkan lagi, baik dari segi penempatan maupun penguatan personel di lapangan,” kata dia.

(kunthi fahmar sandy)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Menteri PPPA Dorong Layanan Terpadu Penanganan Kekerasan Perempuan dan Anak melalui Ditres PPA-PPO
• 13 jam lalupantau.com
thumb
Imbas Banjir, Transjakarta Perpendek dan Alihkan Rute 3F hingga Koridor 10
• 9 jam laluliputan6.com
thumb
Anti Garing Show Vol. 2 Sukses, Kusuka Siapkan Agenda Musik Spesial
• 2 jam laludisway.id
thumb
Banjir Jakarta Pagi Ini Meluas, 125 RT dan 14 Ruas Jalan Tergenang
• 36 menit lalukompas.com
thumb
Diangkat dari Kisah Nyata, Penulis Film Tolong Saya! Diteror Hantu di Korea hingga Harus Diruqyah
• 21 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.