Data Ekonomi Solid, Wall Street Menguat Usai Trump Batalkan Ancaman Tarif

wartaekonomi.co.id
15 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Wall Street ditutup menguat pada Kamis (22/1). Investor memborong saham menyusul keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membatalkan ancaman tarif terhadap sekutu Eropa, di tengah data yang menegaskan ketahanan ekonomi AS.

Dilansir dari Reuters, Jumat (23/1) Indeks S&P 500 naik 0,53% ke level 6.913,40. Nasdaq Composite menguat 0,91% ke 23.430,13, sementara Dow Jones Industrial Average naik 0,61% ke 49.375,24.

Baca Juga: Bursa Saham Eropa Naik Tajam Usai Trump Tarik Ancaman Tarif dan Isu Greenland

Trump mundur dari rencana penerapan tarif yang sebelumnya digunakan sebagai tekanan dalam sengketa terkait Greenland. Ia juga menyebutkan bahwa kerangka kesepakatan untuk mengakhiri perselisihan atas wilayah tersebut mulai terlihat.

“Setiap pagi sebagai manajer investasi, rasanya aneh karena kita tidak tahu apakah hari ini seperti pagi Natal atau Jumat tanggal 13,” kata CEO Investment Partners Asset Management, Gregg Abella.

Abella mengatakan ketegangan geopolitik mendorong manajer dana untuk lebih fokus mengelola portofolio klien di tengah volatilitas, termasuk dengan meningkatkan diversifikasi lintas saham, sektor, dan kelas aset.

Musim laporan keuangan juga mulai memanas dan berpotensi menguji sentimen pasar, seiring perusahaan mengungkap dampak permintaan konsumen, tekanan biaya dan kondisi makro yang bergejolak terhadap kinerja akhir tahun.

Sejumlah saham raksasa teknologi dijadwalkan merilis laporan keuangan pekan depan. Mengingat bobotnya yang besar dalam indeks, kinerja dan prospek mereka akan sangat memengaruhi arah pasar secara keseluruhan.

Dari sisi data ekonomi, indeks Personal Consumption Expenditures menunjukkan belanja konsumen AS meningkat solid pada Oktober dan November, menjaga perekonomian pada jalur pertumbuhan kuat untuk kuartal ketiga berturut-turut.

Data terpisah mencatat klaim awal tunjangan pengangguran mingguan naik lebih rendah dari perkiraan, sementara ekonomi AS tumbuh 4,4% pada kuartal ketiga 2025

Baca Juga: Investor Asing Masuk, Disebut Kuasai 8,5% Saham NANO

Pelaku pasar kini menantikan rapat kebijakan Federal Reserve pekan depan. Bank sentral AS secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan, seiring inflasi yang masih kaku dan tanda-tanda ketahanan ekonomi.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Bung Binder Sebut Persib dan Joey Pelupessy Alami Deadlock, Waktu Persebaya Tikung
• 34 menit lalufajar.co.id
thumb
Hasil Ratas Penanganan Banjir: Pemprov DKI Normalisasi Kali hingga OMC
• 5 jam laluidntimes.com
thumb
Respon Dhena Devanka Usai Dirumorkan Menikah Siri dengan Anton Subowo
• 4 jam lalucumicumi.com
thumb
Prabowo: 70 Juta Orang Indonesia Sudah Lakukan Cek Kesehatan Gratis
• 19 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Ribuan hektare sawah di Karawang terendam banjir
• 7 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.