Prabowo Singgung Greedynomics dalam Forum WEF Davos, Apa Itu?

idxchannel.com
14 jam lalu
Cover Berita

Presiden Prabowo Subianto menyoroti fenomena praktik ekonomi yang dia sebut sebagai "Greedynomics" dalam World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss.

Presiden Prabowo Subianto menyoroti fenomena praktik ekonomi yang dia sebut sebagai "Greedynomics" dalam WEF di Davos, Swiss. (Foto: Dok. Setpres)

IDXChannel - Presiden Prabowo Subianto menyoroti fenomena praktik ekonomi yang dia sebut sebagai "Greedynomics" dalam World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026).

Di hadapan para pemimpin dunia, Prabowo menceritakan berbagai tantangannya saat menjadi presiden Indonesia di awal pemerintahan. Dia mengatakan, jajarannya membongkar berbagai praktik ilegal alias korupsi di berbagai sektor ekonomi, termasuk energi.

Baca Juga:
Pidato di Davos, Prabowo Soroti Kondisi Geopolitik Dunia

"Dalam minggu-minggu pertama saya di pemerintahan, kami mengungkap penyalahgunaan besar-besaran dalam tata kelola bahan bakar dan minyak mentah," kata Prabowo.

Selain masalah BBM, Prabowo juga menuturkan aksinya memperbaiki praktik ilegal di sektor perkebunan sawit dan pertambangan, terutama batu bara dan nikel. Dia menyebut, negara mengambil alih 4 juta hektare (ha) lahan yang diduduki oleh pelaku usaha secara ilegal.

Baca Juga:
Pidato di WEF 2026, Prabowo Sebut Produksi MBG Bakal Salip McDonald's

Mantan Danjen Kopassus itu menyebut, praktik-praktik menjalankan ekonomi dan bisnis semacam ini hampir terjadi di semua sektor. Dia mengistilahkannya sebagai "greedynomics" di mana praktik rakus yang mengejar keuntungan di atas segalanya meski harus korupsi dan merusak alam.

"Saya menyebutnya secara terbuka sebagai greedinomics, ekonomi dari praktik-praktik rakus. Mungkin di banyak negara Anda, pernah ada periode seperti ini, periode para robber baron (pengusaha perampok di AS)," katanya.

Selain menyita 4 juta ha lahan dari praktik ilegal, Indonesia juga baru saja mencabut izin 28 perusahaan nakal yang melanggar aturan di kawasan hutan di samping mengenakan denda terhadap perusahaan yang melanggar lainnya. Puluhan perusahaan tersebut beroperasi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

"Dua hari yang lalu, saya memimpin rapat kabinet melalui Zoom dari London, dan kami memutuskan untuk menyita atau mencabut izin 28 korporasi, yang memiliki izin atas 1,01 juta ha," kata Prabowo. 

Prabowo dengan tegas mencabut izin mereka karena pemerintah menemukan adanya pelanggaran hukum. "Mereka membangun perkebunan di hutan lindung. Ini adalah perusakan nyata terhadap supremasi hukum," ujarnya.

(Rahmat Fiansyah)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Indonesia Masters: Comeback Ciamik di Gim 1, Alwi Farhan Tekuk Tunggal Jepang
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Wow! Selangkah Lagi Pemain Keturunan Indonesia Berdarah Medan Gabung Barcelona, AC Milan Gigit Jari?
• 1 jam lalutvonenews.com
thumb
Presiden Prabowo: Misi Hidup Saya Hapus Kemiskinan Ekstrem di Indonesia
• 22 jam lalutvrinews.com
thumb
Bukan Pengganti PBB, Board of Peace Jadi Strategi Indonesia Dukung Kemerdekaan Palestina
• 24 menit lalusuara.com
thumb
Fajar Sadboy Klarifikasi soal Riders Kontroversial, Ini Fakta Sebenarnya
• 6 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.