Tak Gentar Tegakkan Hukum, Prabowo : Berani Suap, Anda Akan Terkejut

okezone.com
11 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk memerangi korupsi serta praktik bisnis rakus yang merusak kedaulatan negara. Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat berbicara di hadapan para pemimpin dunia dan pelaku ekonomi global dalam ajang World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026).

Dalam forum tersebut, Prabowo secara terbuka menantang oknum pebisnis yang masih beranggapan pejabat negara dapat disuap.

“Saya menerima laporan bahwa dalam rapat-rapat mereka, ada yang mengatakan, ‘Tidak apa-apa, tidak ada pejabat pemerintah yang tidak bisa dibeli.’ Saya tantang mereka yang berani suap di pemerintahan saya. Mereka akan terkejut,” tegas Prabowo.

Baca Juga :
Prabowo Ungkap Tutup 1.000 Tambang Ilegal, Paling Berani dalam Sejarah Indonesia 

Prabowo mengungkapkan, dalam tahun pertama pemerintahannya, Indonesia telah melakukan langkah penegakan hukum yang paling berani dan tegas dalam sejarah nasional. 

Pemerintah berhasil menyita sekitar 4 juta hektare lahan perkebunan dan pertambangan ilegal yang selama ini dikuasai secara melawan hukum.

Ia menilai praktik tersebut bukan bagian dari pasar bebas, melainkan sebagai greedonomics atau ekonomi keserakahan—sebuah sistem yang memungkinkan segelintir pihak meraup keuntungan besar dengan mengorbankan hukum, lingkungan, serta kepentingan rakyat.

Baca Juga :
Prabowo Tegaskan Perdamaian dan Stabilitas Prasyarat Utama untuk Pertumbuhan dan Kemakmuran

“Mungkin di banyak negara pernah ada masa seperti ini, masa para robber barons,” ujar Prabowo.

Selain penyitaan lahan ilegal, Prabowo juga mengungkapkan pemerintah telah mencabut izin 28 perusahaan yang menguasai lebih dari 1,01 juta hektare lahan. Keputusan itu diambil setelah ditemukan berbagai pelanggaran hukum, termasuk pembukaan perkebunan di kawasan hutan lindung.

“Ini adalah pelanggaran terang-terangan terhadap supremasi hukum. Mungkin para pengusaha rakus ini merasa tidak perlu menghormati kedaulatan Negara Indonesia, atau merasa dapat membeli semua pejabat pemerintah,” lanjutnya.

Baca Juga :
Prabowo Tegaskan Junjung Supremasi Hukum, Tak Ada Kompromi!

 


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Dhena Devanka Mantan Istri Ijonk Terseret Isu Perselingkuhan, Singgung Buzzer dan Pembunuhan Karakter
• 10 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Korban Pesawat ATR Total 10 Ditemukan
• 8 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Istri Seorang ASN di Jakarta Mengadu ke Gubernur Usai Suami Diduga Selingkuh
• 17 jam lalutvonenews.com
thumb
Pakai Visa Kunjungan untuk Bekerja, Bos Perusahaan Asal Singapura Diperiksa Kanwil Dirjen Imigrasi
• 3 jam laluidxchannel.com
thumb
Respons Bos LPS Soal Nama Thomas Djiwandono Masuk Bursa Deputi Gubernur BI
• 13 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.