Ikuti Jejak Danantara, Dedi Mulyadi Bakal Satukan BUMD Jadi Super Holding

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Bandung, VIVA – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengumumkan rencana langkah radikal untuk merombak total struktur Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Jawa Barat dengan menyatukannya ke dalam satu sistem super holding mulai pekan depan.

Langkah ini diambil guna menghentikan praktik BUMD hantu yang hanya memiliki nama tanpa aktivitas, serta memutus tradisi penempatan tim sukses gubernur dalam jajaran direksi maupun komisaris perusahaan daerah.

Baca Juga :
Perkenalkan Danantara ke Dunia di WEF Davos 2026, Prabowo: Indonesia Semakin Jadi Negeri Penuh Peluang
3 Proyek Strategis RI yang Dipromosikan Danantara di Ajang WEF 2026

"Minggu depan sudah ada MoU. Seluruh BUMD di Jawa Barat akan digabungkan menjadi satu BUMD, di luar Bank Jabar Banten (BJB). Jadi nanti hanya ada dua, BJB dan satu BUMD holding. Tidak berantakan seperti sekarang,” ujar Dedi Mulyadi dalam diskusi terkait Danantara di Bandung, Kamis.

Dedi menegaskan, konsep ini mengadopsi sistem Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) yang diterapkan di tingkat nasional. Ia menilai, konsolidasi adalah satu-satunya cara untuk menyelamatkan aset strategis daerah senilai Rp4 triliun yang selama ini dianggap tidak menghasilkan keuntungan nyata bagi kas daerah.

Dalam keterangannya, Dedi secara terbuka membedah salah satu praktik inefisiensi yang ia temukan, yakni skema sewa mobil listrik oleh salah satu BUMD kepada pemerintah provinsi dengan nilai mencapai Rp350 juta per unit tiap tahunnya.

"Itu dalam satu tahun menghabiskan Rp11 miliar lebih. Saya coret sekarang, karena bodohnya luar biasa. Tetapi BUMD-nya sampai sekarang enggak ada duit. Oleh BUMD tersebut, pendapatan yang Rp11 miliar itu dibikin lagi anak perusahaan baru. Untuk kamuflase agar uangnya lari," ucap Dedi.

Dedi menyindir fenomena pimpinan perusahaan daerah yang memiliki latar belakang pendidikan tinggi namun gagal mengelola risiko finansial secara benar. Ia merujuk pada potensi kerugian hampir Rp6 triliun yang pernah mengancam Bank Jabar di masa lalu.

"Saya lebih baik dipimpin oleh orang bodoh tapi mengerti daripada orang pintar tapi tolol," ujarnya.

Poin paling krusial dalam perombakan ini adalah komitmen Gubernur untuk menjauhkan BUMD dari intervensi politik. Dedi menyatakan tidak akan menjadikan jabatan direksi atau komisaris sebagai tempat penampungan bagi tim sukses yang membantunya saat pemilihan.

Baca Juga :
Hadir Perdana di WEF 2026 Davos, Bos Danantara Targetkan Gaet Investasi Berkualitas
Rosan Buka Suara Soal Wacana Pembentukan BUMN Tekstil
Danantara Bakal Reformasi Total BUMN-BUMN Besar Mulai Tahun Ini

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Prabowo Undang Para Pemimpin Dunia Hadiri Ocean Impact Summit di Indonesia
• 6 jam lalukompas.com
thumb
BMKG Peringatkan Hujan Ekstrem Jakarta, Ini yang Perlu Dilakukan Keluarga
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
Rencana Gila Liga Arab Saudi di Bursa Transfer Musim Panas: Datangkan Salah dan Vinicus Sekaligus
• 12 jam lalutvonenews.com
thumb
Pidato di WEF 2026 Davos, Prabowo Siap Paparkan Prabowonomics ke Dunia
• 23 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Tim SAR Temukan Jenazah Korban ke-9 dan ke-10 Kecelakaan Pesawat ATR, Kini dalam Proses Evakuasi
• 17 menit lalukompas.tv
Berhasil disimpan.