Bibit Siklon Tropis 91S, Cuaca Ekstrem Intai NTT dan NTB 

kompas.id
2 jam lalu
Cover Berita

KUPANG, KOMPAS - Bibit Siklon Tropis 91S di selatan wilayah Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat memicu cuaca ekstrem di dua daerah itu. Hujan lebat, angin kencang, dan tinggi gelombang laut menerjang. Bencana hidrometeorologi pun mengintai. Masyarakat diminta waspada.

Kepala Stasiun Meteorologi El Tari Kupang Sti Nenot'ek pada Jumat (23/1/2026) pagi, mengatakan, saat ini ada pergerakan Bibit Siklon Tropis 91S di barat Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT) atau di selatan wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB). Bibit tersebut tumbuh tanggal 21 Januari 2026 dan berpotensi menjadi siklon tropis.

"Bibit Siklon Tropis 91S di Selatan NTB memberikan dampak tidak langsung terhadap cuaca di wilayah NTT, terutama di wilayah NTT bagian barat," ujarnya. Wilayah sisi barat NTT yang dimaksud membentang dari Pulau Sumba bagian barat ke Pulau Flores bagian barat.

Sementara itu, lanjut Sti, bibit Siklon Tropis 97S yang sejak 16 Januari 2026 tumbuh dan berkembang di utara Australia, kini sudah melemah dan dinyatakan tidak aktif. Dinamika siklonik di wilayah itu selalu berdampak ke NTT.

Di wilayah NTT akan terbentuk belokan, pertemuan, dan perlambatan kecepatan angin. Akibatnya, hujan deras disertai petir dan angin kencang terjadi dalam durasi singkat. "Diingatkan agar waspada terhadap kondisi cuaca ekstrem seperti ini," ujarnya.

Di Kota Kupang, Jumat (23/1/2025) pagi, angin berembus kencang. Di beberapa ruas jalan, dahan pohon yang tertiup angin bergoyang ke arah badan jalan. Pengendara yang melintas pun perlu hati-hati. Awan mendung bergelayut dan hujan turun di beberapa wilayah. 

Serial Artikel

Bersiaplah bila ”Seroja” Datang Lagi ke Pesisir Nusa Tenggara

Badai Seroja meninggalkan trauma mendalam bagi warga NTT. Banyak warga mulai melakukan gerakan mitigasi mandiri. Sayangnya, belum ada langkah nyata dari pemerintah untuk menghadapi kemungkinan bencana itu datang lagi.

Baca Artikel

Belum ada laporan bencana dalam skala besar. Tidak ada korban jiwa maupun luka. Beberapa rumah warga yang berada dekat pantai, atapnya terbongkar. Warga dan aparat bergerak cepat memperbaiki. Pohon-pohon yang tumbang sudah dibersihkan petugas.

Warga yang tinggal di pinggir pantai masih was-was. Angin kencang ketika air laut pasang maksimum berpotensi menyebabkan gelombang pasang. "Kami sudah antisipasi banjir rob. Kami siap evakuasi mandiri," kata Mansyur Dokeng, tokoh masyarakat kampung nelayan Oesapa, Kota Kupang.

Menurut Mansyur, akibat cuaca ekstrem, nelayan tidak melaut lebih dari dua minggu. Stok ikan di pasar habis. "Stok ikan asin pun habis. Kami makan tahu dan tempe saja," ucapnya. Selama cuaca ekstrem berlangsung, nelayan mengamankan perahu motor di balik hutan bakau.

Waspada rawan longsor 

Ansi Klau (35), sopir bus lintas Pulau Timor mengatakan, hujan deras berpotensi menyebabkan longsor di sejumlah titik sepanjang jalan Timor Raya dari Kota Kupang hingga Dili, ibu kota negara Timor Leste. Ini berdasarkan pantauan tanah bergerak dan jejak longsor sebelumnya.

Titik rawan dimaksud seperti di Takari, Kabupaten Kupang, serta Batu Putih dan Niki-niki di Kabupaten Timor Tengah Selatan. Di sana banyak tebing yang nyaris runtuh dan jalanan aspal yang anjlok atau terbelah. "Kalau lewat pada malam hari, agak berisiko," ujarnya.

Jalan Timor Raya merupakan urat nadi yang mengalirkan mobilitas manusia dan logistik di enam kabupaten/kota hingga lintas ke negara Timor Leste. Setiap hari, puluhan ribu orang serta ribuan ton barang melintasi jalan itu.

Sementara itu, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena telah memerintahkan badan penganggulangan bencana agar mengantisipasi daerah yang rawan bencana. Masyarakat yang terancam segera dievakuasi. Kini, pemetaan lokasi dilakukan petugas.

Pos komando bencana sudah dibuka di kantor Badan Penganggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTT sejak akhir 2025. Stok makanan siap saji dan kebutuhan dapur umum untuk masa tanggap darurat sudah disiapkan. 

Serial Artikel

Siasat Bertahan Kala Iklim Berubah

Berbagai siasat dilakukan untuk bertahan di tengah iklim yang berubah. Masyarakat diingatkan agar bergerak lewat berbagai aksi.

Baca Artikel


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Redmi Note 15 Series Meluncur di RI: HP Badak Tahan Banting & Air, Baterai Awet
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Genangan Sudah Surut, KAI Daop 4 Semarang Fokus Percepatan Normalisasi Jalur KA
• 18 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Film Tolong Saya Dowajuseyo Kisahkan Mitos Urban Indonesia dan Korea Selatan
• 19 jam laluparagram.id
thumb
Boy Band P1Harmony Comeback Maret, Album Pertama Setelah 1 Tahun
• 23 jam lalugenpi.co
thumb
IMF Menilai Ekonomi Indonesia Tetap Tumbuh Kuat, Bank Indonesia Sambut Positif Hasil Asesmen
• 21 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.