JAKARTA, FAJAR–Pelatih Bulgaria Aleksandar Dimitrov menyebutkan pergantian juru taktik timnnas Indonesia dari Patrick Kluivert ke John Herdman memperlihatkan ambisi besar Negeri Kepulauan.
Bulgaria akan menjadi salah satu peserta FIFA Series di Indonesia pada Maret 2026. Indonesia merupakan negara yang tidak asing bagi Aleksandar Dimitrov, karena pelatih Bulgaria tersebut sudah pernah merasakan atmosfer sepakbola Indonesia, baik sebagai pemain maupun pelatih, dua dekade lalu.
Dia juga mengikuti perkembangan di Indonesia, termasuk pergantian pelatih dari Patrick Kluivert ke John Herdman. Menurut Dimitrov, Indonesia merupakan tim yang paling berambisi lolos ke Piala Dunia.
Sebelumnya, impian masyarakat Indonesia untuk menyaksikan timnas senior tampil di Piala Dunia 2026 kandas setelah menelan dua kekalahan dari Arab Saudi dan Irak di putaran empat kualifikasi.
Setelah memecat Kluivert, PSSI kembali melanjutkan impian lolos ke Piala Dunia pada 2030 di bawah asuhan Herdman. Dimitrov mengatakan, Indonesia mempunyai sumber daya, terutama finansial untuk mewujudkan ambisi tersebut sekaligus mengobati kekecewaan.
“Indonesia adalah negara yang banyak berinvestasi di sepakbola. Ini dibuktikan dengan fakta tahun lalu Patrick Kluivert menjadi pelatih tim ini, dan asistennya serta kepala taktik sepakbola Indonesia adalah spesialis dari Belanda,” ujar Dimitrov dilansir Goal, Kamis, 22 Januari 2026.
Lantaran Indonesia belum pernah ke Piala Dunia, pelatih baru John Herdman telah menetapkan tujuan ini untuk 2030. Ambisi Indonesia lainnya adalah ingin menyelenggarakan Piala Dunia alias menjadi tuan rumah pada 2034 atau 2038.
“Jadi ini adalah negara di mana sepakbola adalah sebuah agama, berkembang sangat, sangat cepat dengan sumber daya keuangan yang sangat, sangat, saya harus katakan, besar,” katanya.
FIFA Series ini juga memberi kesempatan bagi Bulgaria untuk bertemu dengan tim sepakbola lain, dari benua lain, dengan mentalitas yang berbeda. Hal itu dianggap akan membantu, terutama dari sudut pandang komunikasi, untuk menjalin kontak yang baik.
Pria berusia 49 tahun ini kemudian mengenang pengalamannya sebagai pemain Persipura Jayapura pada 2003 hingga 2005, serta menjadi asisten pelatih di Mutiara Hitam dan timas senior.
“Saya telah menghabiskan tiga tahun yang luar biasa, dua tahun sebagai pemain di Persipura dan Petrokimia, dan kemudian sebagai asisten pelatih Ivan Kolev di Persipura dan di tim nasional Indonesia,” kata Dimitrov.
“Di Indonesia, sepakbola adalah sebuah agama. Saya hanya akan mengatakan: ketika masih menjadi pemain sepakbola, ada 5.000 orang yang hadir di latihan kami.” (*/zuk)




