JAKARTA, DISWAY.ID -- Tingginya intensitas hujan pada Kamis, 22 Januari 2026, membuat sebagian wilayah Jakarta terendam banjir. Dampak paling terasa dialami pedagang Pasar Cipulir, Jakarta Selatan.
Pantauan tim Disway di sana, seorang pedagang baju yang biasa mendapat omzet harian lebih dari 60 persen, justru hari malapetaka itu kebalikannya.
Suswanto (45) namanya. Saban hari dia berjualan barang tekstil seperti busana, mulai dari baju hingga celana.
Tapi di hari itu dia mengaku harus mengalami kerugian cukup dalam. Tak tanggung-tanggung omzet atau pendapatan toko bajunya di hari itu amblas 60 persen lebih.
BACA JUGA:Update Banjir Jakarta Barat, Daan Mogot Tergenang 40 Centimeter dan Tak Bisa Dilalui Mobil Kecil ke Arah Cengkareng
BACA JUGA:Kelapa Gading dan Cilincing Langganan Banjir, Pramono Bakal Normalisasi Kali Cakung Lama
"Dari hari biasanya bisa 60 persen," katanya saat ditemui.
Musibah banjir yang sejatinya tak bisa disalahkan, namun kerugian itu membuat dirinya benar-benar terpukul.
Suswanto mengatakan, ketinggian air ketika banjir melanda pusat perbelanjaan itu bisa mencapai 20 cm hingga 30 cm.
Banjir di Pasar Cipulir ini Suswanto mengaku dampaknya begitu terasa. Mulai dari sepi pembeli, ia pun hanya mengandalkan penjualan daring.
Pasalnya, akibat banjir, konsumen yang setiap hari datang ke lokasi, hari itu benar-benar seperti "pasar kramat", pedagang hanya berjibaku membersihkan sisa-sisa banjir.
BACA JUGA:Daftar 9 Rute Transjakarta Berhenti Beroperasi Sementara Dampak Banjir Jakarta
BACA JUGA:4 Daftar Nomor Darurat Banjir Bekasi Hari Ini untuk Evakuasi, Warga Wajib Tahu
"Sangat berdampak sekali penurunan minat pembeli juga iya, terganggu, lah, intinya," ucapnya.
Biasa Jual Busana Hingga 200 pcsIntinya bukan hanya itu saja. Suswanto mengabarkan bagaimana aktivitas penjualannya setiap hari di Pasar Cipulir.
- 1
- 2
- »





