Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut armada negaranya bergerak ke Iran, Kamis (22/1). Namun, Trump berharap dirinya tidak akan menggunakan armada tersebut.
“Kami memiliki banyak kapal yang menuju ke arah itu, untuk berjaga-jaga. Saya lebih suka tidak terjadi apa pun, tetapi kami mengawasi mereka dengan sangat cermat,” kata Trump seperti dikutip dari Reuters.
“Kita memiliki armada yang menuju ke arah itu, dan mungkin kita tidak perlu menggunakannya,” sambung dia.
Pernyataan Trump disampaikan setelah dirinya mengancam agar otoritas di Iran tidak lagi membunuh demonstran atau memulai kembali proyek nuklir.
Terpisah, seorang pejabat AS yang meminta namanya dirahasiakan mengatakan armada yang bergerak ke Timur Tengah berupa kapal perang USS Abraham Lincoln dan sejumlah kapal perusak berpeluru kendali.
Pejabat lainnya menyebut sistem pertahanan udara tambahan juga dipertimbangkan untuk dikerahkan ke Timur Tengah. Sistem itu akan digunakan untuk melindungi sejumlah pangkalan militer AS dari ancaman serangan balasan Iran.
Adapun sejumlah laporan menyebut kapal perang AS yang berada di kawasan Asia-Pasifik sebenarnya sudah bergerak sejak pekan lalu.
Iran sendiri sejak Desember 2025 diguncang demonstrasi antipemerintah akibat krisis ekonomi. Sejumlah lembaga independen menyebut korban jiwa dalam demonstrasi tersebut mencapai ribuan orang.
Trump berulang kali mengancam bakal mengintervensi jika aparat keamanan Iran membunuh demonstran. Namun, pekan lalu Trump sempat melunak dengan menyebut eksekusi terhadap demonstran di Iran telah terhenti.
Adapun Iran menuding musuh bebuyutannya, AS dan Israel, di balik kerusuhan di negaranya.




