Pantau - Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sukamta menegaskan pentingnya optimalisasi Pusat Penerbangan TNI Angkatan Darat (Puspenerbad), khususnya dari sisi jumlah personel dan kesiapan alat utama sistem persenjataan (alutsista), guna mendukung efektivitas operasi militer.
Pernyataan tersebut disampaikan saat Kunjungan Kerja Spesifik Komisi I DPR RI ke Puspenerbad di Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, Kamis, 22 Januari 2026.
“Dari sisi personalia, kami melihat masih ada ruang yang cukup besar untuk peningkatan. Demikian juga dari kesiapan alutsista, masih terdapat beberapa hal yang perlu diperkuat,” ujar Sukamta.
Dorong Perencanaan Jangka Panjang dan Evaluasi Aset TanahSukamta menekankan bahwa perencanaan alutsista harus dilakukan secara komprehensif, tidak hanya fokus pada pengadaan tetapi juga pada aspek perawatan jangka menengah dan panjang.
“Harapan kami, pengadaan alutsista tidak berhenti pada pembelian, tetapi juga disertai perawatan multi years agar kesiapan operasional dapat terjaga secara berkelanjutan,” jelasnya.
Komisi I juga menyoroti pentingnya pengelolaan aset tanah milik Puspenerbad, mengingat masih ditemukan sejumlah catatan terkait status sertifikasi dan potensi tumpang tindih kepemilikan di berbagai pangkalan dan pulau besar di Indonesia.
Temuan tersebut akan menjadi bahan tindak lanjut dalam rapat kerja bersama pimpinan TNI dan Menteri Pertahanan.
Personel Kurang, Kesiapan Alutsista Baru 43 PersenKomandan Puspenerbad, Mochammad Masrukin, menyampaikan bahwa saat ini Puspenerbad masih mampu menjalankan tugas operasi penerbangan TNI, meskipun baru memiliki 2.227 personel atau sekitar 69 persen dari kebutuhan berdasarkan Tabel Organisasi dan Peralatan (TOP).
Sementara itu, kesiapan alutsista saat ini hanya berada pada angka 43 persen, meskipun masih mendukung pelaksanaan operasi.
Masrukin berharap adanya dukungan Komisi I DPR RI untuk penambahan pangkalan, fasilitas, dan sarana prasarana Puspenerbad.
Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat pengembangan organisasi, modernisasi, dan peningkatan kekuatan alutsista demi mengoptimalkan peran Penerbad dalam mendukung tugas pokok TNI.
Perluas Dukungan untuk Profesionalisme dan Karier PrajuritAnggota Komisi I DPR RI TB Hasanudin turut menegaskan pentingnya pemenuhan alutsista secara optimal agar kesiapan operasional Puspenerbad mencapai minimal 80 hingga 90 persen.
Ia juga menekankan pentingnya dukungan kesejahteraan prajurit sebagai bagian dari upaya menjaga profesionalisme satuan.
“Pemenuhan alutsista perlu dilakukan secara optimal agar tingkat kesiapan operasional dapat mencapai minimal 80 hingga 90 persen,” tegas Hasanudin.
Ia juga berharap Korps Penerbangan TNI AD mendapatkan hak dan pola karier yang setara dengan perwira TNI AD lainnya.
“Saya harapkan korps penerbangan angkatan darat itu memiliki hak yang sama, karier yang sama seperti perwira-perwira TNI angkatan darat yang lain,” tutupnya.


